Saifuddin Kembali Pimpin KTNA Sabang
- 14 Feb 2026 09:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Saifuddin kembali terpilih sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sabang untuk periode 2025–2030 dalam kegiatan rembuk KTNA yang digelar di Kota Sabang. Pemilihan tersebut menjadi agenda utama setelah berakhirnya masa kepengurusan periode 2019–2024.
Ketua KTNA Sabang, Saifuddin, menjelaskan bahwa rembuk kali ini difokuskan pada pemilihan pengurus baru untuk lima tahun ke depan. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dilaksanakan sesuai masa jabatan kepengurusan.
“Untuk kegiatan rembuk KTNA hari ini yang pertama sekali, kita sudah masa waktunya untuk memilih kembali pengurus KTNA periode 2019 ke 2024. Jadi hari ini kegiatan rembuk adalah untuk memilih kembali pengurusan KTNA 2025 ke 2030,” ujar Saifuddin, Sabtu 14 Februari 2026.
Rembuk KTNA tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur petani, pemerintah, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pelaku UMKM dari berbagai sektor produksi di Sabang. Kehadiran lintas unsur ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
“Peserta yang ikut lebih kurang 30 orang dari unsur petani dan dari unsur pemerintah. Ada juga dari unsur KWT, ada juga dari unsur pelaku UMKM dari masing-masing produksi-produksi kita,” katanya.
Ke depan, Saifuddin menegaskan KTNA Sabang akan memprioritaskan penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan di Kota Sabang. Menurutnya, kebutuhan pokok masyarakat harus menjadi fokus utama agar produksi lokal mampu menjawab permintaan pasar secara berkelanjutan.
Selain itu, ia menilai komoditas padi gogo cukup potensial untuk dikembangkan di Sabang. Pada tahun 2024, KTNA bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang telah menanam padi gogo di lahan seluas sekitar 20 hektare, dan pada 2025 meningkat menjadi sekitar 40 hektare.
Saifuddin menambahkan, proses panen sudah mulai dilakukan dalam beberapa minggu terakhir dengan hasil yang dinilai cukup baik meski belum maksimal. Bahkan, saat ini hasil panen tersebut sudah mulai diolah dari gabah menjadi beras sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan lokal di Kota Sabang.