Mengapa Orang Beriman Justru Paling Sering Diuji? Penjelasannya di Surah Maryam

  • 09 Agt 2026 01:19 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Quran. Surah ini terdiri dari 98 ayat dan termasu ke dalam surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.

Secara historis, Surah Maryam turun pada masa dakwah Makkah, fase di mana Nabi Muhammad saw. dan para sahabat mengalami tekanan serta penindasan yang amat berat. Surat ini hadir sebagai bentuk hiburan dari Allah untuk menenangkan hati Rasulullah saw.

Ustazah Serly Ariska, Lc, Anggota IKAT Aceh mengatakan meski Surah Maryam terkenal dengan kisah Maryam, namun di dalamnya juga diceritakan tentang kisah-kisah Nabi Allah, seperti Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Nabi Nuh.

“Lalu mengapa para Rasul ini disatukan dalam satu surah ini? Bahwasanya ini menunjukkan bahwa Allah ingin menyampaikan bahwasanya orang yang palling Allah cintai adalah orang yang paling Allah uji,” ujarnya dalam dialog SIEREUBOH "Refleksi Surat Maryam: Antara Ujian, Harapan dan kasih sayang" bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Jumat 12 Juni 2026.

“Banyak orang menganggap ujian sebagai tanda kemurkaan Allah. Padahal Rasulullah saw. menegaskan bahwa manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang beriman sesuai tingkat keimanannya,” lanjutnya. Ujian diturunkan Allah bukan karena benci, melainkan untuk menggugurkan dosa masa lalu, meningkatkan derajat dan kemuliaan seorang hamba, serta melatih kesabaran dan keteguhan iman.

Bagi kehidupan masa kini, refleksi Surah Maryam dapat menjadi pedoman dalam memahami dan menyikapi takdir dengan bijaksana, dengan cara:

  • Mengubah Cara Pandang, daripada mempertanyakan alasan di balik ujian yang dialami, sebaliknya renungkan pelajaran dan kebaikan apa yang bisa dipetik melalui rasa sakit ini.
  • Yakini tiga cara Allah mengabulkan doa, pertama, langsung dikabulkan sesuai permintaan. Kedua, diganti dengan yang jauh lebih baik sesuai kebutuhan hamba-Nya. Ketiga, ditunda dan disimpan sebagai tabungan kebaikan di waktu yang paling tepat.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....