Remaja Diajak Tunda Pernikahan, Fokus Wujudkan Masa Depan
- 12 Jun 2026 00:14 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pernikahan merupakan langkah besar dalam hidup dan memerlukan kesiapan mental, fisik, ekonomi dan emosial yang matang. Oleh karena itu para remaja diajak untuk fokus untuk mempersiapkan dirinya sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Psikolog Puspaga Kota Banda Aceh, Lisdayani, mengajak remaja untuk tidak terburu-buru menikah dan lebih fokus mempersiapkan diri melalui pendidikan, pengembangan mental, serta kemandirian ekonomi demi masa depan yang lebih baik.
Menurutnya masa remaja merupakan fase penting untuk belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita. Karena itu, keputusan menikah sebaiknya dilakukan ketika seseorang telah siap secara fisik, mental, dan finansial.
"Menjadi remaja hebat itu bukan tentang seberapa cepat dia untuk pacaran, untuk bercinta, untuk menikah, tetapi tentang seberapa baik dia mempersiapkan diri secara mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi agar mampu membangun masa depan yang lebih berkualitas," kata Lisdayani saat perbincangan bersama RRI, Senin 8 Juni 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan pernikahan dini masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, tuntutan keluarga, pengaruh lingkungan, hingga keinginan memperoleh perhatian dan kasih sayang. Tidak sedikit remaja yang memandang pernikahan sebagai solusi atas masalah yang dihadapi tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.
Kurangnya kesiapan reproduksi dan kematangan emosional dapat memunculkan berbagai persoalan dalam rumah tangga. Bahkan, risiko kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian ketika pernikahan dilakukan pada usia yang terlalu muda.
Lisdayani menegaskan bahwa menunda pernikahan bukan berarti menunda kebahagiaan. Sebaliknya, hal itu merupakan bagian dari proses mempersiapkan kehidupan yang lebih sehat, matang, dan sejahtera di masa depan.
Pada akhir dialog, ia berpesan agar remaja memanfaatkan masa produktif untuk meraih prestasi dan memperkuat fondasi diri. "Remaja hebat bukan remaja yang buru-buru menikah, tetapi remaja yang mampu mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang baik, berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....