Amalan Utama Bulan Zulhijjah, Ini Pesan Ulama
- 22 Mei 2026 23:59 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Bulan Zulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat hari-hari terbaik yang penuh keberkahan, ampunan, dan pahala berlipat ganda. Umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Ketua MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama), melalui Komisi A Bidang Hukum dan Fatwa MPU Sabang, Tgk. H. Qamaruzzaman, menyampaikan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijjah memiliki keutamaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.
“Bulan Zulhijjah termasuk empat bulan mulia dalam agama Islam (asyhurul hurum), selain Dzulqa’adah, Muharram dan Rajab. Disebut bulan mulia karena apabila melakukan maksiat akan mendapatkan siksaan yang lebih berat, dan jika melakukan ketaatan maka akan mendapatkan banyak pahala,” jelasnya, saat diwawancara RRI, Jum’at 22 Mei 2026.
Sebagai bulan mulia, banyak amalan yang dapat dilakukan pada bulan Zulhijjah, diantaranya:
1. Memperbanyak dzikir (tahlil, tahmid, dan takbir).
Pada bulan mulia ini umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, seperti bacaan tahlil, tahmid, dan dzikir. Hal itu disebutkan dalam hadits berikut:
عن ابن عمرعن النبي ﷺ، قال: ما من أيام أعظم [عند الله] ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
Artinya: Dari Ibnu Umar dari Nabi Muhammad saw bersabda, “Sepuluh hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat diagungkan dan disenangi oleh Allah, karenanya perbanyaklah ucapan tahlil, takbir, tahmid” (HR Imam Ahmad).
2. Berpuasa pada sepuluh hari pertama.
Pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini, seorang Muslim disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa secara terus menerus, seperti disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ
Artinya: Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya, “Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?” Rasulullah saw menjawab. “Sekalipun dari jihad. Kecuali seseorang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang dari padanya” (HR Bukhari).
Dalam Kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, para ahli fiqih menjadikan hadits ini sebagai dalil disunnahkannya berpuasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, karena kelaziman dalam melaksanakan puasa sebagai suatu amal.
3. Menghidupkan malam 10 hari pertama.
Selain berpuasa pada sepuluh hari pertama, kita juga dianjurkan menghidupi malam setiap harinya. Sebagaimana disebutkan dalan hadits berikut:
عن قتادة، عن ابن المسيب، عن أبي هريرة عن النبي ﷺ قال: ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة، يعدل صيام كل يوم منها، وقيام كل ليلة منها بقيام ليلة القدر
Artinya: Dari Qatadah, dari Ibnu Al-Musayyib, dari Abi Hurairah dari Nabi Muhammad saw bersabda, “10 hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat disenangi oleh Allah, karenanya beribadahlah pada-Nya, dirikanlah puasa dan hidupkanlah malam seperti menghidupi Lailatul Qadar” (HR Imam Tirmidzi).
4. Beramal saleh.
Pada bulan ini kita pun dianjurkan memperbanyak amal saleh. Disebutkan dalam hadits:
قوله ﷺ: ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام
Artinya: Nabi Muhammad saw bersabda, ”Beramal saleh di saat sepuluh hari pertama merupakan amal yang sangat disukai oleh Allah” (HR Imam Ahmad).
5. Puasa Tarwiyah.
Pada bulan Dzulhijjah melaksanakan puasa Tarwiyah yang bertepatan pada tanggal 8. Seperti yang dijelaskan Al-Qarafi:
وفي الجواهر يستحب صوم تاسوعاء ويوم التروية وقد ورد صوم يوم التروية كصيام سنة وصوم الأشهر الحرم وشعبان وعشر ذي الحجة وقد روي أن صيام كل يوم منها يعدل سنة
Artinya: Menurut mayoritas ulama, berpuasa pada hari Tasu'a dan Tarwiyah disunnahkan. Sesungguhnya sudah disebutkan bahwa berpuasa pada hari Tarwiyah sama dengan puasa satu tahun, berpuasa pada bulan Haram dan Sya’ban, Dzulhijjah. Dan sesungguhnya diriwayatkan bahwa berpuasa pada hari-hari tersebut setara dengan setahun (Al-Qarafi, Adzakhirah Lil Qarafi, Juz 2, Hal 530)
6. Puasa Arafah
Setelah berpuasa pada hari Tarwiyah, lalu berlanjut berpuasa pada hari Arafah:
عن أبي قتادة، قال: سئل رسول الله ﷺ: عن صوم يوم عرفة؟ قال:"يكفر السنة الماضية والباقية" رواه مسلم
Artinya: Dari Abi Qatadah, berkata suatu ketika Nabi saw ditanya,” Bagaimana pendapatmu wahai Nabi mengenai puasa hari Arafah? Nabi menjawab,” Puasa tersebut akan melebur dosa setahun yang lalu mldan yang akan datang” (HR Imam Muslim).
7. Menunaikan ibadah haji
Tidak hanya termasuk dari rukun Islam, melaksanakan ibadah haji pun merupakan amalan yang disunnahkan di bulan Dzulhijjah.
فينبغي أن يكون الحج أفضل من الجهاد؛ لأن الحج مخصوص بالعشر، وهو من أفضل ما عمل في العشر، أو أفضل ما عمل فيه
Artinya: Sudah sewajarnya bahwa haji lebih utama dari jihad, sebab peribadatan haji terkhususkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun ibadah haji merupakan amal yang paling utama dilaksanakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah" (Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lathaiful Ma’arif Hal 462).
8. Melaksanakan Kurban
Hal ini diperintahkan langsung oleh Allah swt, dalam Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 1-3:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُࣖ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dia lah yang terputus (QS Al Kautsar: 1-3).
Terkait kurban ini, Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya (HR al-Tirmidzi dan Ibn Majah).
Dalam pesannya, Tgk. H. Qamaruzzaman juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan membantu sesama, memperbanyak sedekah, serta menjaga persaudaraan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat yang memiliki kemampuan juga dianjurkan melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS. Ia berharap umat Islam dapat menjadikan bulan Zulhijjah sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal saleh demi meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....