Pemuda Aceh Diminta Inovatif Kreatif dan Siap Hadapi Era Digital
- 22 Mei 2026 11:19 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Generasi muda Aceh diminta untuk terus meningkatkan kreativitas dan kemampuan berinovasi agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan tantangan era digital yang semakin pesat.
Wakil Ketua KNPI Aceh, Subchan Saputra, S.Sos.I., M.Ag., mendorong generasi muda Aceh untuk lebih kreatif, inovatif dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Hal itu disampaikan dalam dialog Banda Aceh Siang Ini bertema “Kebangkitan Nasional dan Masa Depan Generasi Aceh” di RRI Banda Aceh, Rabu (20/5/2026).
Menurut Subchan, pemuda Aceh memiliki semangat nasionalisme yang kuat karena Aceh merupakan daerah yang memiliki sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Nasionalisme anak Aceh itu luar biasa. Aceh punya jasa besar bagi kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui saat ini masih banyak anak muda yang terlena dengan permainan digital dan kurang aktif dalam organisasi maupun kegiatan produktif. “Jangan sampai pemuda Aceh hanya sibuk bermain game dan kehilangan kreativitasnya,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, KNPI Aceh telah menggelar berbagai pelatihan life skill, kewirausahaan hingga pendampingan UMKM. Program tersebut dilakukan untuk membantu pemuda memiliki keterampilan dan membuka usaha mandiri.
Selain itu, KNPI Aceh juga memberikan dukungan promosi produk UMKM melalui studio mini yang disiapkan untuk membantu visualisasi dan branding produk anak muda Aceh. “Kita sudah membuat pelatihan keterampilan dan membantu UMKM agar anak muda bisa membuka lapangan kerja sendiri,” katanya.
Subuhan menegaskan generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai peluang ekonomi. “Paradigma berpikir harus berubah. Jangan menganggap pekerjaan hanya ada di pemerintahan. Banyak peluang di era digital sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab, budaya lokal dan nilai syariat Islam di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. “Kalau pemuda tidak punya adab, maka pemuda itu tidak akan berguna. Budaya dan sopan santun harus tetap dijaga,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....