Mematahkan Stigma Perempuan sebagai 'Makhluk Kelas Dua'"

  • 20 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Islam menempatkan perempuan pada posisi mulia dan terhormat. Jika kita melihat sejarah kelam perempuan di masa jahiliyah sebelum islam datang, perempuan berada dalam kondisi memprihatinkan dan hanya dianggap sebagai objek semata, yang menjadi tempat melampiaskan keinginan laki-laki, baik perempuan sebagai pembantu mereka dan hak kepemilikan sepenuhnya berada pada laki-laki.

“Jika merujuk kepada masa lalu, perempuan hanya sebagai barang yang mudah untuk ditransaksikan. Bahkan, bayi-bayi perempuan di masa tersebut dikuburkan hidup-hidup karena menganggap terlahir sebagai perempuan sangat hina,” ujar Ketua STAI Al Washliyah Banda Aceh, Dr. Rakhmawati, Lc., dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 24 April 2026.

Ajaran islam datang mengakhiri praktik keji tersebut dan menggantikannya dengan penghormatan kepada perempuan. Sehingga perempuan bisa setara dalam islam, seperti perempuan mendapatkan hak waris, hak berpendidikan, dan menjamin hak-hak lainnya.

Tantangan terbesar perempuan saat ini, seperti diskriminasi atau pelecehan, bisa dikatakan bahwa hal itu berakar dari stigma masa lalu yang menganggap perempuan sebagai “makhluk kelas dua”. Nah, cara terbaik untuk mematahkan stigma tersebut adalah melalui pendidikan.

Dengan adanya hak menempuh pendidikan kepada perempuan, sudah seharusnya sebagai perempuan dapat menggunakan hak tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga dapat berpartisipasi dalam ruang publik, seperti dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial agar memberikan dampak positif yang lebih luas.

“Tokoh-tokoh perempuan hebat pada masa Rasulullah, seperti Siti Khadijah seorang saudagar sukses yang menjadi simbol kemandirian ekonomi perempuan. Selain itu, ada juga Siti Aisyah, intelektual dan perawi hadis terbanyak yang menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu menjadi rujukan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Maka dari itu, perempuan tidak boleh merasa rendah diri hanya karena jenis kelaminnya. Stigma bahwa perempuan adalah makhluk marjinal dapat dihapus dengan menunjukkan kemampuan dan ilmu pengetahuannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....