Tiga Fase Penting Mendidik Anak dalam Islam

  • 19 Mei 2026 17:37 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kehidupan para sahabat nabi menjadi inspirasi, salah satunya dalam metode mendidik anak. Ali Bin Abi Thalib, contohnya, menajdi salah satu figure yang sering dijadikan inspirasi parenting. Beliau satu inspirasi Salah satu figur yang sering dijadikan inspirasi adalah Ali bin Abi Thalib. Ajarannya yang terkenal adalah strategi mendidik anak melalui pembagian tiga fase usia yang berbeda.

“Kalau kita merujuk pada perkataan sayyidina Ali, berliau memberikan penjelasan tiga fase kehidupan manusia, yaitu 7 tahun pertama, 7 tahun kedua, dan 7 tahun ketiga,” ujar Bunda Dayah, Founder Kahfis School, dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Kamis 23 April 2026.

Lebih lanjut, berikut ini konsep mendidik anak dalam tiga fase, yaitu:

  1. Fase Tujuh Tahun Pertama (Usia 0-7 Tahun)

Pada fase awal ini, Sayyidina Ali mengajarkan agar orang tua memperlakukan anak layaknya seorang raja. Di masa ini, anak diberikan kasih sayang, memenuhi keinginannya, dan diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dunianya dengan aman.

  1. Fase Tujuh Tahun Kedua ( Usia 8-14 Tahun)

Pada fase ini biasanya anak sudah masuk usia sekolah. Dalam fase ini, anak disebut sebagai “tawanan”, artinya anak mulai dikenalkan dengan aturan, kedisiplinan, serta batasan tentang apa yang benar dan salah atau baik buruk. Anak tidak lagi bisa berbuat sesuka hati. Mereka belajar tentang konsukuensi, tanggung jawab dari perbuatan.

  1. Fase Tujuh Tahun Ketiga (Usia 15-21)

Setelah melewati masa disiplin, pada usia remaja menjelang dewasas ini, anak diposisikan sebagai sahabat. Orang tua tidak bisa lagi mendikte atau memperlakukan mereka seperti anak kecil. Lakukan dialog, bertukar pikiran, libatkan dalam mengambil keputusan dan mulai diberi kepercayaan, namun tetap dalam pengawasan dan bimbingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....