Minim Interaksi di Meja Makan Picu Gangguan Emosional Anak
- 04 Mei 2026 10:46 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Duta Kesehatan Mental, Esti Wulansari, mengingatkan pentingnya kehadiran utuh orang tua dalam interaksi keluarga, khususnya saat makan bersama. Ia menilai, penggunaan gadget di meja makan memicu fenomena absent presence, yakni hadir secara fisik namun tidak secara emosional.
Menurut Esti, kondisi tersebut berdampak pada kesehatan mental anak dan remaja. Anak dapat mengalami rasa kesepian, kecemasan, hingga kehilangan ruang untuk mengekspresikan emosi.
“Meja makan seharusnya menjadi ruang aman untuk berbagi cerita dan perasaan. Namun ketika terganggu gadget, anak kehilangan kesempatan untuk didengar,” ujarnya Minggu 19 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas hubungan emosional dalam keluarga. Anak juga berpotensi mencari validasi di luar rumah, seperti melalui media sosial.
Esti menambahkan, rutinitas makan bersama memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Melalui interaksi langsung, anak belajar keterampilan sosial seperti mendengar, memahami, dan menghargai orang lain.
Namun, jika interaksi tersebut tergantikan oleh layar digital, maka bonding dalam keluarga akan melemah. “Kalau validasi tidak didapat di rumah, anak akan mencarinya di luar,” katanya.
Ia menegaskan, orang tua perlu membatasi penggunaan gadget, terutama pada anak usia dini. Selain itu, orang tua juga harus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi agar tercipta keseimbangan antara dunia digital dan hubungan sosial nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....