Hikmah Penyusunan Al-Qur’an Jadi Mushaf, Dimulai sejak Masa Nabi
- 21 Apr 2026 04:52 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Penyusunan Al-Qur’an menjadi mushaf memiliki sejarah panjang sejak masa Rasulullah SAW. Proses ini mengandung hikmah besar bagi umat Islam hingga kini.
Mahasiswa S2 Uiversitas Al-Azhar Mesir, Ustadz M. Haris Attamimi, Lc, Dipl., menjelaskan, pada masa Rasulullah, Al-Qur’an belum terkumpul dalam satu mushaf. Para sahabat lebih banyak mengandalkan hafalan.
Ia menyebutkan, sebagian sahabat juga menuliskan ayat Al-Qur’an di berbagai media. Di antaranya pelepah kurma, kulit hewan, hingga batu. “Namun hingga Rasulullah wafat, Al-Qur’an masih terpisah-pisah dan belum dihimpun dalam satu mushaf,” kata Haris.
Menurutnya, pengumpulan mushaf mulai dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar. Hal ini dipicu oleh peristiwa Perang Yamamah.
| Baca juga: Respon Cepat, WIZ Aceh Salurkan Rp110 Juta |
Dalam perang tersebut, banyak penghafal Al-Qur’an gugur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran hilangnya ayat Al-Qur’an. “Atas usulan Umar bin Khattab, Abu Bakar kemudian memerintahkan pengumpulan Al-Qur’an,” ujarnya.
Tugas ini dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit sebagai ketua tim. Ia bersama para sahabat lain mengumpulkan ayat dengan sistem verifikasi ketat.
Setiap ayat harus memiliki dua saksi hafalan dan dua bukti tulisan. Proses ini memastikan keaslian Al-Qur’an tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....