Manajemen Qalbu sebagai Kompas Moral di Era Digital

  • 12 Apr 2026 20:16 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Hati sering kali disebut sebagai pusat kendali manusia. Menata hatibukan sekadar urusan perasaan, namun upaya mengisi hati dengan sifat-sifat terpuji dan membersihkannya dari sifat tercela seperti hasad (dengki), munafik, dan sombong.

Mengutip hadis Nabi Saw., Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ustaz Dr. H. Hasan Basri , MA mengatakan bahwa hati merupakan penentu amal seseorang. “Ketahuilah oleh mu bahwa dalam jasad manusia ini ada sekerat daging. Jika daging itu baik, maka baik pula segala amalnya. Dan apabila ia rusak maka rusaklah semua amalannya. Ketahuilah bahwa itulah yang disebut dengan qolbu (hati),” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 3 April 2026.

Ustaz Hadan juga menekankan bahwa hati yang diisi dengan hal-hal baik akan melahirkan tindakan yang baik pula. Cara paling effektif menata hati terhadap sesama adalah dengan selalu berprasangka baik. Jika melihat teman sukses, ikut bersyukur dari pada mencari-cari celah kesalahannya.

Kemudian hidupkan sikap tabayyun, yaitu memastikan kebenaran informasi yang diterima. Dalam interaksi sosial, hati sering kotor karena informasi yang salah (hoaks). Terlebih di era digital saat ini di mana informasi menyebar sangat cepat, tabayyun menjadi rem agar kita tidak terjebak dalam fitnah dan prasangka buruk.

Selain itu, dekatkan diri dengan lingkungan yang positif. Karena kualitas hati sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Mulailah dengan membiasakan diri ke masjid agar dapat berinteraksi dan dekat dengan orang yang gemar beribadah.rutin menghadiri pengajian dan diskusi keagaam dapat menjadi “obat” bagi hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....