Menjalin Kerukunan Antara Guru dan Siswa di Sekolah

  • 31 Jan 2026 08:56 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID – Sabang : Sekolah tidak hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga ruang bagi para siswa untuk tumbuh secara sosial dan emosional. Salah satu kunci terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif ialah terjalinnya kerukunan bersama guru dan sesama peserta didik.

Sofyan, S.Pd, M.Pd, Ketua Biro Advokasi dan Hukum PGRI Aceh / Kepala SMAN 2 Kuta Baro mengatakan di masa sekarang ini tampak adanya perbedaan dengan suasana takzim di sekolah antara guru dan juga siswa dibandingkan pada sekolah masa dahulu. “Yang pertama jika dilihat takzim kepada guru kalau anak-anak dulu itu siswa siswi tingkat takzim kepada guru tinggi sekali, dari guru SD-SMA itu semuanya masih dikenal sampai sudah selesai sekolah dan masih berhubungan baik, semua itu karena faktor pendidikan juga keluarga,” tuturnya dalam program SPADA Pro 2 RRI Banda Aceh, Jum’at (30/1/2026).

Ia menambahkan hal demikian tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sesuatu hal yang dianggap biasa, maka dari itu hubungan antara guru dan para peserta didik haruslah terjalin dengan sebaiknya. “ Sekarang mungkin terjadi perbedaan yang besar dalam hal bagaimana takzim tadi, kalau bahasa kita sekarang menghormati ataupun kepatuhan kepada guru segan kepada guru karena beliau yang sudah memberikan ilmu dan mendidik kita, jadi nilai-nilai ini memang harus dipupuk kembali supaya guru itu senantiasa dihargai dan dikenang jasa-jasanya,” kata Sofyan.

Dalam kesempatan yang sama M. Gibran Azra, Siswa SMA Labschool Kota Banda Aceh juga mengungkapkan hal yang dirasakannya saat menimba ilmu dan hubungannya yang terjalin cukup baik dengan para guru juga teman-teman di sekolah.

“Perhatian guru kepada siswa di sekolah kami sangat dekat, jadi para anak didik merasa aman dan nyaman, apalagi gurunya seumuran dengan genzy/masih muda jadi kami satu pemikiran, misalnya ada hal-hal yang kurang nyaman disekolah bisa langsung disampaikan kepada guru dan juga langsung ditanggapi. Mungkin perbedaannya dengan guru yang usianya lebih tua, cara berpikirnya bahwa siswa harus dididik dengan keras, padahal kami lebih merasa aman dan nyaman jika tidak dengan seperti itu, lebih sefrekuensi jadi saat ngobrol gitu lebih nyambung,” jelasnya.

Sikap rukun bersama para guru dan sesama teman menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ruang aman di sekolah, di mana setiap siswa merasa diterima, dihargai dan terlindungi. Peran guru dan sekolah sangat penting dalam menanamkan nilai kerukunan tersebut.

Dengan membiasakan hidup rukun di lingkungan sekolah, maka sekolah dapat menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari segi akademik maupun sosial emosional. Lingkungan yang aman dan harmonis akan melahirkan generasi yang berkarakter, toleran dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....