Disdikbud Sabang Siap Dampingi Program Pangan YSPN di Sekolah

  • 18 Jun 2026 22:57 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang menyambut positif program pemberdayaan ketahanan pangan yang dilaksanakan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) di Gampong Iboih, Kota Sabang. Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan bibit kepada sekolah sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini kepada para pelajar.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, Supriyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YSPN atas dukungan yang diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayahnya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat program pendidikan berbasis lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah kepulauan tersebut.

“Terima kasih kami dari Dinas Pendidikan kepada Yayasan YSPN yang telah memberikan dukungan kepada Kota Sabang, terutama kepada sekolah-sekolah yang ada di Kota Sabang. Hari ini kegiatan dilaksanakan di Gampong Iboih dan menjadi momentum yang sangat baik bagi dunia pendidikan,” ujar Supriyadi, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di kawasan Kilometer Nol Indonesia itu memiliki nilai strategis karena melibatkan siswa dalam praktik pertanian sederhana di lingkungan sekolah. Melalui program yang diawali di SD Negeri 25 Iboih dan SMP Negeri 7 Iboih tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya produksi pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Menurut Supriyadi, selama ini kebutuhan beras masyarakat Sabang masih banyak dipasok dari daratan Aceh. Karena itu, program penanaman tanaman pangan di sekolah dinilai dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun kemandirian pangan sejak usia dini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, lanjut Supriyadi, berkomitmen mendampingi seluruh sekolah agar mengembangkan lahan hijau produktif. Tidak hanya menanam tanaman hias, sekolah didorong untuk membudidayakan tanaman yang dapat dikonsumsi seperti cabai, terong, hingga padi, termasuk melalui metode tanam dalam pot yang disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing sekolah.

Ia menilai bantuan bibit yang diberikan YSPN menjadi motivasi bagi para siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan bercocok tanam. Hasil panen nantinya tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, tetapi juga dapat dikonsumsi oleh keluarga siswa maupun masyarakat sekitar.

“Anak-anak kita bisa mulai belajar menanam dan memahami pentingnya ketahanan pangan di daerah mereka sendiri. Kami ingin sekolah menjadi lahan hijau yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah,” ujarnya.

Supriyadi berharap program tersebut dapat menjadi model yang diterapkan di seluruh sekolah di Kota Sabang. Sebagai wilayah yang berada di ujung barat Indonesia, Sabang dinilai memiliki peran penting dalam mengembangkan inovasi ketahanan pangan berbasis pendidikan. “Ini sangat positif dan menjadi langkah awal yang baik. Kami siap mendampingi serta mengimbaskan program ini ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Sabang,” katanya menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....