Guru Penentu Sekolah Ramah Anak dan Disabilitas
- 22 Jan 2026 22:50 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Kepala Sekolah SDS Bunga Matahari Banda Aceh, Cut Monalisa, S.Pd., M.App.Ling, menegaskan bahwa peran guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak dan disabilitas. Hal ini terutama berkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menghargai perbedaan setiap peserta didik.
Menurut Cut Monalisa, sekolah ramah anak dan disabilitas tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi lebih pada kesiapan guru dan sistem pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas. Guru disebut sebagai garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Sekolah ramah anak adalah sekolah yang menghormati setiap fitrah anak. Perbedaan kemampuan, baik secara kognitif maupun fisik, harus diterima dan difasilitasi,” ujar Cut dalam Dialog Beranda Asta Cita di RRI Banda Aceh, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, konsep inklusivitas di SDS Bunga Matahari diterapkan dengan menggabungkan anak berkebutuhan khusus bersama siswa lainnya dalam satu kelas. Menurutnya, pemisahan kelas justru menghilangkan esensi pendidikan inklusif.
Cut menilai, keberagaman di dalam kelas memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik. Anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengembangkan empati, sikap saling menghargai, dan pemahaman bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Yang belajar bukan hanya anak berkebutuhan khusus, tetapi juga teman-temannya. Mereka belajar empati dan kesiapan menghadapi dunia yang beragam,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, pihak sekolah terus memperkuat kapasitas guru melalui pelatihan rutin serta menjalin kerja sama dengan psikolog anak dan organisasi pemerhati disabilitas. Langkah ini dilakukan agar guru memiliki pemahaman yang memadai dan kesiapan mental dalam mendampingi pembelajaran di kelas inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....