Kelola Sampah Jadi Edukasi dan Karya Kreatif Siswa
- 14 Apr 2026 10:43 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi suatu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka. Melalui program pengelolaan sampah, para siswa diajarkan untuk memilah sampah organik dan non organik serta mengubah sampah seperti botol plastik, kertas bekas untuk dijadikan karya-karya yang bernilai jual, unik dan estetik.
Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, S.Ag., mengatakan pengelolaan sampah di sekolahnya awalnya masih sederhana, hanya sebatas pemilahan organik dan anorganik tanpa pengolahan lanjutan. “Dulu sampah hanya dikumpulkan lalu dibakar. Setelah ikut lomba sekolah sehat, kami mulai sadar bahwa itu tidak baik untuk lingkungan,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 11 April 2026.
Sejak saat itu, pihak sekolah mulai mengolah sampah menjadi berbagai karya kreatif. Siswa memanfaatkan botol plastik, stik es krim, hingga limbah rumah tangga untuk dijadikan miniatur, bunga hias, tas, hingga dekorasi panggung.
Salah satu karya unik adalah replika menara kembar Malaysia yang dibuat dari botol bekas air mineral. Selain itu, siswa juga membuat berbagai kerajinan seperti gantungan kunci dan miniatur bangunan sekolah.
Tidak hanya itu, pengelolaan sampah juga diarahkan pada nilai ekonomi. Sampah plastik yang terkumpul dijual atau ditukar ke bank sampah, dan hasilnya digunakan kembali untuk mendukung kegiatan siswa.
“Anak-anak jadi tahu bahwa sampah bukan sekadar barang buangan, tapi bisa punya nilai manfaat dan ekonomi,” kata Naswati.
Program ini juga terintegrasi dalam pembelajaran. Materi tentang lingkungan diajarkan di pelajaran sains, sementara kreativitas daur ulang dikembangkan melalui seni budaya dan kegiatan pramuka.
Dengan jumlah siswa mencapai lebih dari delapan ratus siswa, sekolah ini menghasilkan volume sampah yang cukup besar setiap hari. Namun, melalui sistem pengelolaan yang terstruktur, lingkungan sekolah tetap terjaga kebersihannya.
Naswati, S.Ag., menambahkan, perubahan paling terasa adalah meningkatnya kesadaran siswa terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. “Sekarang anak-anak sudah mulai paham mana sampah organik dan anorganik, serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....