Tiga Armada Kapal Cepat Express Bahari Disiapkan untuk Layani Mudik Lebaran
- 13 Mar 2026 15:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) Cabang Sabang menyiapkan tiga armada kapal cepat Express Bahari untuk melayani arus mudik dan arus balik Lebaran pada lintasan Sabang-Banda Aceh maupun sebaliknya.
Kepala PT SIM Cabang Sabang Rudi mengatakan tiga armada tersebut disiagakan guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang Idulfitri. Setiap kapal didukung oleh 11 orang awak buah kapal (ABK) agar operasional pelayaran tetap berjalan aman dan lancar.
“Untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini kami menyiapkan tiga unit kapal Express Bahari. Setiap kapal diawaki 11 orang ABK agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan optimal,” kata Rudi, Jumat 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kapal cepat Express Bahari selama ini menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat yang bepergian antara Sabang dan Banda Aceh karena waktu tempuhnya relatif singkat. Kapal tersebut mampu menempuh perjalanan dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh sekitar 45 menit.
Menurut Rudi, peningkatan jumlah penumpang biasanya mulai terlihat beberapa hari menjelang Lebaran dan kembali meningkat pada periode arus balik setelah hari raya. Karena itu pihak perusahaan melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi armada maupun kesiapan kru.
“Kami memastikan seluruh kapal dalam kondisi siap operasi. Pemeriksaan teknis kapal terus dilakukan sehingga pelayaran tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta instansi terkait untuk memastikan kelancaran jadwal pelayaran selama masa angkutan Lebaran.
“Kami berharap layanan penyeberangan selama periode mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar sehingga masyarakat yang hendak pulang kampung maupun berwisata ke Sabang bisa terlayani dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kapten Kapal Express Bahari Harifahmi menambahkan operasional pelayaran tetap mempertimbangkan kondisi cuaca yang dipantau melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Untuk kondisi cuaca kami selalu menyesuaikan. Artinya kami terus berkomunikasi dengan BMKG yang memberikan data prakiraan cuaca. Jika kondisi cuaca memungkinkan kapal tetap berlayar seperti biasa,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila kondisi cuaca dinilai kurang baik maka pihak kapal akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan untuk tetap berlayar atau menunda keberangkatan demi keselamatan penumpang.
“Kalau cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan bisa kami tunda sementara sampai kondisi kembali aman atau dijadwalkan pada hari berikutnya,” ujarnya.
Transportasi laut lintasan Sabang-Banda Aceh selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan. Pada periode libur Lebaran, peningkatan arus penumpang hampir selalu terjadi seiring tingginya aktivitas mudik dan kunjungan wisatawan ke Kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....