Gebyar Wikabalung 2026 Jadi Ajang Sinergi Wisata, Budaya, dan Ekonomi Desa

  • 15 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya memperkuat kolaborasi antar desa dalam pengembangan wisata, budaya, dan ekonomi lokal diwujudkan melalui Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung 2026. Kegiatan yang melibatkan Desa Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti di Lapangan Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Minggu (14/6/2026).

Mengusung tema "Sinergi Wisata, Budaya, dan Ekonomi", kegiatan ini menjadi wadah bagi desa-desa di kawasan Wikabalung untuk mempromosikan potensi unggulan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Ketua Panitia sekaligus perwakilan pengelola Kawasan Perdesaan Wikabalung, Agus Setiadi, mengatakan Gebyar Wikabalung 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Selain menjadi sarana promosi potensi desa, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan daya tarik wisata baru di Kabupaten Banyumas.

"Kegiatan ini merupakan rintisan yang kami harapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik," ujarnya.

Agus menjelaskan rangkaian Gebyar Wikabalung berlangsung pada 14 hingga 28 Juni 2026 dan digelar secara bergantian di empat desa anggota kawasan. Desa Windujaya menjadi lokasi pembuka pada 14 Juni, Melung pada 20–21 Juni, Kalisalak pada 21 Juni, dan Baseh pada 28 Juni.

Menurutnya, setiap desa menyuguhkan kegiatan yang mencerminkan karakteristik dan potensi lokal masing-masing. Di Desa Windujaya, kegiatan diawali dengan jalan sehat menyusuri desa dan pelestarian kuliner tradisional Jenang Bumbung.

Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pertunjukan seni lengger dan ebeg serta mengunjungi bazar UMKM yang diikuti pelaku usaha lokal. Sementara di desa lainnya akan digelar berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, senam bersama, lomba mewarnai anak, promosi kopi lokal, tradisi budaya, hingga pagelaran wayang kulit.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program Wikabalung Adventure, yakni paket wisata terpadu yang menghubungkan berbagai destinasi dan potensi unggulan di empat desa kawasan Wikabalung menggunakan kendaraan jeep.

"Kami berharap melalui paket wisata yang melintasi empat desa ini akan tercipta pergerakan ekonomi yang lebih luas, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat secara umum," tuturnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan kawasan perdesaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal.

"Kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Kawasan Wikabalung memiliki kekayaan alam, budaya, serta produk-produk UMKM yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi lokal," tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata harus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan, serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Lintarti berharap, Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antardesa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

"Saya berharap Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, menumbuhkan ekonomi masyarakat, memajukan pariwisata desa, dan melestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita semuanya," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....