Liburan Keluarga Jangan Dibebankan ke Ibu Saja
- 30 Mei 2026 04:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Liburan keluarga seharusnya menjadi momen untuk beristirahat dan membangun kebersamaan, bukan justru membuat salah satu anggota keluarga merasa paling terbebani. Karena itu, diperlukan kerja sama antaranggota keluarga agar suasana liburan tetap nyaman dan menyenangkan.
Hal tersebut disampaikan Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nur Ulfah, SKM., M.Sc., saat menjawab pertanyaan pendengar bernama Ibu Umi dari Banyumas dalam program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Purwokerto bertema “Safe Travel, Comfortable Vacation”, Jumat (22/5/2026).
Dalam dialog interaktif tersebut, Ibu Umi mengungkapkan banyak ibu rumah tangga merasa liburan sebenarnya hanya berpindah aktivitas dari rumah ke tempat wisata karena tetap harus menyiapkan berbagai kebutuhan keluarga selama perjalanan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat ibu tetap merasa lelah meskipun sedang berlibur bersama keluarga.
Menanggapi hal itu, Nur Ulfah mengatakan kondisi tersebut memang sering dialami para ibu rumah tangga karena sebagian besar tanggung jawab selama liburan masih dibebankan kepada ibu. Mulai dari menyiapkan perlengkapan, makanan, kebutuhan anak, hingga mengatur perjalanan sering kali dilakukan sendiri tanpa pembagian tugas yang jelas.
“Liburan itu seharusnya dinikmati bersama, jadi tanggung jawabnya juga perlu dibagi bersama di dalam keluarga,” ujarnya.
Menurut Nur Ulfah, komunikasi dan kerja sama menjadi kunci utama agar liburan tetap terasa menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Ia menilai pembagian tugas sederhana sebelum bepergian dapat membantu mengurangi beban fisik maupun mental pada ibu rumah tangga.
Ia menjelaskan suami maupun anak-anak dapat dilibatkan dalam berbagai persiapan, seperti menyiapkan barang bawaan, membawa perlengkapan pribadi, hingga membantu menjaga kebersihan selama perjalanan. Dengan begitu, ibu tidak merasa bekerja sendirian saat liburan berlangsung.
“Jangan semua tugas menyiapkan kebutuhan keluarga ditumpukan kepada ibu, karena nanti ibu justru tidak menikmati liburannya,” katanya.
Nur Ulfah juga mengingatkan pentingnya membuat rencana perjalanan yang realistis dan tidak terlalu padat agar tubuh tetap memiliki waktu beristirahat. Menurutnya, terlalu banyak destinasi dalam satu waktu justru dapat membuat keluarga kelelahan dan mudah stres selama liburan.
Selain itu, ia menyarankan keluarga lebih fokus pada kualitas kebersamaan dibanding mengejar banyak tempat wisata hanya demi kebutuhan media sosial atau gengsi semata. Menurutnya, momen sederhana bersama keluarga justru sering kali menjadi pengalaman paling berkesan dalam sebuah liburan.
“Kadang yang paling penting bukan tempat wisatanya, tetapi bagaimana keluarga bisa menikmati waktu bersama dengan nyaman dan bahagia,” ujarnya.
Melalui dialog tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa liburan sehat bukan hanya soal keamanan perjalanan, tetapi juga bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental seluruh anggota keluarga agar tetap nyaman selama menikmati waktu bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....