DINPORABUDPAR: Wisata Air Banyumas Wajib Terapkan Standar Keselamatan
- 05 Sep 2025 10:13 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Tempat wisata air menjadi salah satu daya tarik utama di Kabupaten Banyumas. Namun, pesona keindahan wisata tirta juga menyimpan potensi risiko yang cukup tinggi.
Oleh karena itu, penting bagi seluruh pengelola dan pengunjung untuk memahami dan menerapkan standar keselamatan secara ketat. Hal tersebut disampaikan Dimas Nurseto Adi, S.Par, Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinpora Budpar Kabupaten Banyumas.
Dimas menyebut dalam hal ini standar keselamatan di destinasi wisata air tidak bisa dianggap sepele. Sebab, Tempat wisata air memiliki risiko tinggi, sehingga perlu adanya standarisasi keselamatan yang ketat.
"Mulai dari SOP keselamatan, papan himbauan, papan peringatan kedalaman air, hingga alat-alat keselamatan seperti pelampung dan APAR yang wajib tersedia dan dalam kondisi baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lokasi wisata. Di mana SDM harus punya kapabilitas untuk menangani kejadian darurat.
"Tidak cukup hanya hadir, mereka juga harus mampu bertindak cepat dan tepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Selain itu, Dimas juga menyampaikan bahwa wisata air yang berbasis alam, seperti air terjun, memiliki tantangan tersendiri. Kondisi alam yang tidak bisa diprediksi serta kontur yang licin dan berbatu membuat pengawasan serta penerapan SOP menjadi mutlak diperlukan.
“Misalnya di air terjun, banyak batu licin yang tak mungkin dibersihkan setiap hari. Maka, keselamatan harus dijaga melalui pengawasan intensif dan penerapan standar yang benar-benar dijalankan,” kata Dimas.
Maka dari itu, untuk memastikan penerapan standar keselamatan, Dinpora Budpar Kabupaten Banyumas melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya pengawasan rutin ke lokasi-lokasi wisata air, pemantauan intensif saat momen libur panjang, hingga rencana pelatihan dan workshop bekerja sama dengan para pakar wisata air.
Sebab, menurut Dimas, salah satu tantangan terbesar adalah kapasitas lokasi yang terbatas namun sering kali dipadati pengunjung, terutama saat musim liburan. Pada masa-masa padat pengunjung, perlu adanya penambahan jumlah petugas yang berjaga di titik-titik rawan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Banyak curug di Banyumas yang memiliki ruang terbatas, kolamnya kecil, dan dikelilingi batu terjal. Ketika pengunjung terlalu banyak, sering kali ada yang lolos dari pengawasan petugas,” katanya kembali.
Terakhir Dimas berpesan bagi para pengelola dan wisatawan. Ia mengimbau pengelola untuk terus mengevaluasi dan memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten.
“Kepada wisatawan, tolong sadari kemampuan diri. Kalau tidak bisa berenang, jangan memaksakan diri bermain di area yang dalam. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....