Desa Wisata Glempang Bersiap Jadi Magnet Baru Parwisata Banyumas Barat

  • 08 Jul 2026 16:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pengelola Desa Wisata Glempang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, mengoptimalkan kawasan Wadas Putih menjadi destinasi wisata alam bernama Lembah Glodogan. Kejernihan Sungai Glodogan dan tebing cadas putih di sepanjang aliran sungai menjadi daya tarik utama yang dikembangkan melalui wisata river tubing dan area perkemahan.

Ketua Desa Wisata Glempang, Rohadi mengatakan, nama Lembah Glodogan dipilih untuk memperkuat identitas sungai yang menjadi potensi utama kawasan wisata tersebut. Sebelumnya, masyarakat lebih mengenal lokasi itu dengan sebutan Wadas Putih karena dominasi batuan cadas berwarna putih di sepanjang bantaran sungai.

“Karena kami melihat ada sungai yang alirannya relatif stabil, bahkan di musim kemarau juga masih cukup bagus, maka potensi itu muncul. Selain itu, sungainya juga bersih dan bening karena kami berada di desa paling atas, airnya cukup dingin, ditambah pemandangan tebing-tebing batu putih atau cadas putih,” kata Rohadi.

Kawasan di tepi Sungai Glodogan kini ditata sebagai pusat aktivitas wisata, titik kedatangan pengunjung, sekaligus area berkemah atau camping ground. Setelah menjalani simulasi terbatas sebelum Idulfitri, pengelola mulai mengintensifkan operasional wisata dalam dua bulan terakhir seiring rampungnya penataan lahan.

Secara kelembagaan, Lembah Glodogan dikelola kelompok Desa Wisata Glempang di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Banyumas. Pengelolaan tersebut juga dilengkapi standar operasional prosedur dan kesepakatan pembagian pendapatan untuk menjamin transparansi hasil kegiatan wisata.

“Uang yang masuk dipotong biaya operasional terlebih dahulu, jadi dari total pendapatan setelah dikurangi operasional, 30 persennya dibagi 10 persen untuk saving dan 20 persen untuk PAD. Kami sudah menyetorkan beberapa kali uang dari kedatangan para tamu di Lembah Glodogan ini,” ucap Rohadi.

Kehadiran Lembah Glodogan mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Glempang, terutama generasi muda. Pengelola melibatkan pemuda desa hingga pelajar yang sedang menjalani masa libur sekolah sebagai kru lapangan sehingga mereka memperoleh tambahan penghasilan.

Pengembangan Lembah Glodogan juga diarahkan pada penambahan fasilitas penunjang berupa area glamping dan jalur trekking dengan menggandeng mitra akademis. Pengelola berharap destinasi tersebut dapat terintegrasi dengan jaringan wisata alam di Banyumas bagian barat, termasuk kawasan Curug Cipendok.

Tata kelola wisata berbasis masyarakat dan komitmen menyumbangkan pendapatan bagi desa menjadi bagian penting pengembangan Lembah Glodogan. Revitalisasi potensi alam tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus menghadirkan pusat pertumbuhan pariwisata baru di wilayah Banyumas Barat. (Sofia Almas Meylani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....