Guru Besar UMP: Kota Lama Banyumas Harus Jadi Wahana Edukasi
- 01 Feb 2025 12:41 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., menekankan pentingnya keberlanjutan upaya pelestarian sejarah. Menurutnya, tempat bersejarah seperti kawasan Kota Lama Banyumas tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat wisata, tetapi harus menjadi wahana edukasi jangka panjang.
“Edukasi ini akan berdampak besar dalam membangun kesadaran historis masyarakat, baik di Banyumas maupun di daerah lain,” ujar Prof. Sugeng dalam rilis yang diterima RRI.
Ia menambahkan, pengembangan Kota Lama Banyumas harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan hingga ke Sungai Serayu bisa menjadi opsi jika Kota Lama Banyumas ingin dikembangkan lebih jauh.
“Tetapi (opsi ini) harus memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari Kota Lama lainnya di Indonesia,” tutur Prof. Sugeng.
Prof. Sugeng juga mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk lebih aktif dalam mendukung pelestarian Kota Lama Banyumas. Revitalisasi kawasan ini dinilai terlambat, dengan tahap pertama baru dimulai pada periode 2022-2023, menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 15 miliar.
Namun, Prof. Sugeng menggarisbawahi, melestarikan kawasan Kota Lama Banyumas bukan hanya menjadi tugas satu pihak. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga warisan sejarah, menjadi kunci keberlanjutan pelestarian tempat bersejarah tersebut.
“Ambagyo sesarengan (merawat bersama dengan sepenuh hati) bukan hanya sekadar jargon, tetapi harus menjadi gerakan nyata. Ini memerlukan sinergi antara masyarakat, akademisi, sejarawan, arkeolog, pegiat budaya, serta dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam moril materiil maupun payung hukumnya,” ujar Prof. Sugeng memungkasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....