Ketakwaan Menjadi Standar Nilai Diri Seorang Muslim
- 31 Jul 2026 07:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Ketakwaan menjadi ukuran utama nilai diri seorang muslim, bukan penampilan, popularitas, maupun pengakuan di media sosial. Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang ditentukan oleh kualitas iman dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Muhammad Labib Syauqi, mengatakan Al-Qur'an mengajarkan setiap manusia diciptakan dengan potensi terbaik sesuai tugas dan perannya masing-masing. Karena itu, setiap individu tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain.
"Al-Qur'an menyebutkan laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim. Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Artinya, setiap orang memiliki kesempurnaan sesuai posisi dan tugasnya masing-masing," kata Labib.
Menurutnya, perbedaan potensi yang dimiliki setiap orang merupakan bagian dari fungsi masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat. Ketakwaan juga menjadi landasan dalam membangun self-esteem yang diwujudkan melalui integritas, kepedulian terhadap sesama, serta perilaku yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
"Nilai tertinggi manusia bukan dari fisiknya, tetapi ketakwaannya. Orang bertakwa adalah orang yang memiliki integritas, berbuat baik kepada sesama, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan," ujarnya.
Labib menilai seseorang yang memahami jati dirinya tidak akan mudah terpengaruh oleh standar yang dibentuk media sosial. Sebaliknya, ia akan lebih fokus mengembangkan potensi diri dan mensyukuri setiap peran yang telah diberikan Allah SWT.
"Jangan menunggu dinilai orang lain, tetapi berusahalah menjadi pribadi yang dinilai baik oleh Allah. Ukurannya adalah seberapa besar ketakwaan dan manfaat yang kita berikan kepada lingkungan," katanya.
Ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan media sosial secara bijak tanpa kehilangan jati diri. Menurutnya, Al-Qur'an perlu dijadikan pedoman utama dalam membentuk karakter sehingga kehidupan tidak bergantung pada validasi di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....