Ibu Penggerak Utama Pendidikan Karakter Anak di Rumah

  • 26 Mei 2026 15:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Sosok ibu memegang peranan krusial sebagai penggerak utama dalam membentuk anak menjadi seorang pembelajar sejati di lingkungan keluarga. Pembelajar sejati tidak diukur dari selembar kertas hasil ujian atau perolehan ranking semata, melainkan dari tumbuhnya rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian mencari solusi, serta kemauan untuk terus berkembang setiap hari.

Isu krusial mengenai pola pengasuhan ini dibedah secara mendalam melalui Dialog Interaktif Pengarusutamaan Gender Pro 1 FM RRI Purwokerto bertajuk Ibu Pembentuk Pembelajar Sejati, Senin (18/5/2026). Dalam diskusi tersebut, menghadirkan dua narasumber akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, Dr. Khanif dan Ibu Erina.

Kedua narasumber menyoroti adanya fenomena salah kaprah di tengah masyarakat yang cenderung menilai kesuksesan akademik anak hanya berdasarkan nilai atau peringkat kelas. Pola pikir kompetitif yang berlebihan dari lingkungan ini dinilai berisiko memicu tekanan psikologis bagi anak.

Akibatnya, anak-anak belajar bukan karena didasari oleh motivasi intrinsik untuk memperbaiki diri, melainkan karena rasa takut disalahkan atau sekadar mengejar pujian. Mereka kerap merasa canggung dan bingung menentukan jati diri saat dihadapkan pada realitas kehidupan nyata setelah lulus sekolah.

Pendidikan itu bukan sekadar menghafal fakta, tetapi melatih pikiran untuk berpikir kritis. "Di tengah mahalnya biaya pendidikan saat ini, nilai tinggi saja tidak cukup, kita harus membantu anak menentukan dan mengembangkan potensinya masing-masing tanpa memaksa mereka menjadi seragam, karena setiap anak tumbuh sesuai dengan kodratnya yang unik," ujar Dr. Khanif.

Ibu Erina menambahkan, keteladanan nyata dari orang tua khususnya ibu menjadi kunci utama karena anak merupakan perekam perilaku yang sangat ulung di rumah. Dibandingkan memberikan rentetan teori atau instruksi lisan, seorang ibu yang mencontohkan kebiasaan belajar dan membaca secara konsisten akan lebih efektif ditiru oleh anak secara natural.

Pola pengasuhan ini juga menuntut kerja keras dan kesabaran seorang ibu untuk tetap mengapresiasi kelebihan anak, sekalipun lingkungan sekitar atau pihak sekolah memberikan penilaian yang kurang memuaskan. Seorang ibu adalah segalanya bagi anak yang memiliki kekuatan doa luar biasa.

Ketika lingkungan atau gurunya menilai anak kita memiliki kekurangan, seorang ibu harus tetap menegaskan dan meyakini bahwa anaknya bisa. "Mari kita sebagai ibu selalu mendoakan yang terbaik, sekaligus memberikan contoh perilaku yang terbaik pula bagi anak-anak kita," tutur Ibu Erina.

Di samping peran sentral ibu, dialog yang turut menghadirkan testimoni pengasuhan dari pendengar bernama Bu Mun ini juga menekankan pentingnya sinergi dari sosok ayah. Dr. Khanif menegaskan bahwa seorang ayah wajib mendukung penuh seluruh upaya edukasi yang diterapkan oleh ibu di rumah.

Meskipun perbedaan pendapat dalam pengasuhan merupakan hal yang lumrah, komunikasi yang positif dan kolaboratif antara suami dan istri harus tetap dijaga agar ekosistem belajar anak di rumah dapat tercipta secara harmonis dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....