Membangun Ekosistem Literasi di Banyumas
- 26 Mei 2026 13:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya literasi masyarakat, dari yang semula sekadar minat membaca hingga menjadi sebuah kegemaran dan kebutuhan hidup. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif Purwokerto Menyapa dalam rangka hari buku nasional berjudul Hari Buku Nasional: Jendela Dunia dalam Genggaman, Senin, (18/5/2026).
Momentum Hari Buku Nasional ke 46 ini dijadikan refleksi penting untuk memperluas akses bacaan bagi masyarakat di tengah pesatnya arus informasi digital. Hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut, Kepala Dinarpusda Kabupaten Banyumas Agus Anggraito, A.P., M.Si., pegiat literasi Dr. Edi Santoso, dan Duta Baca Banyumas Kuat Prayuga.
Agus Anggraito mematahkan kekhawatiran publik mengenai asumsi rendahnya literasi lokal dengan memaparkan fakta tingginya antusiasme warga Banyumas. Setiap harinya, Perpustakaan Daerah Banyumas mencatat lebih dari 100 pengunjung fisik, bahkan fasilitas area luar (gazebo) dan area parkir kerap penuh, hingga memicu permintaan masyarakat agar jam layanan diperluas pada malam hari serta hari libur.
Buku merupakan sumber pengetahuan yang paling terjamin mutunya karena sebelum diterbitkan, baik dalam bentuk fisik maupun digital, sudah melewati proses kurasi oleh editor dan memiliki jaminan nomor ISBN. "Untuk itu, Dinarpusda Banyumas tidak hanya menunggu pengunjung datang, melainkan aktif menjemput bola lewat program perpustakaan keliling serta layanan Silang Terpadu yang memutar 100 hingga 150 buku ke berbagai instansi, sekolah, dan lapas setiap empat bulan sekali," ujar Agus Anggraito.
Isu literasi ini dinilai sangat penting bagi perkembangan generasi muda karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis, kesehatan mental, serta pembentukan daya saing bangsa. Dr. Edi Santoso menekankan bahwa di tengah minimnya kelompok masyarakat yang konsisten membaca, mereka yang tetap bertahan menjaga kebiasaan membaca buku secara otomatis akan membentuk keunggulan kompetitif diri yang membedakan mereka dari orang lain.
Melalui buku, setiap individu dinilai dapat menemukan sumber keunggulan untuk bersaing di era global. Duta Baca Banyumas Kuat Prayuga memberikan solusi praktis agar generasi muda tidak merasa terbebani saat membaca.
Menumbuhkan budaya membaca tidak harus diselesaikan secara instan dalam satu waktu, melainkan dinikmati prosesnya sebagai sarana menenangkan dan memulihkan diri dari paparan berlebih teknologi informasi. Komunitas literasi di Banyumas diimbau untuk terus bersinergi dengan keluarga, sekolah, dan pemerintah demi membangun ekosistem literasi yang kokoh dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....