Bangun Harapan dari Balik Jeruji, WBP Lapas Kembang Kuning Kuliah S1 Kewirausahaan

  • 05 Okt 2026 11:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembang Kuning Nusakambangan terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pembinaan kemandirian yang berdampak nyata bagi masa depan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kerja sama strategis dengan Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC), sejumlah warga binaan kini difasilitasi untuk menempuh pendidikan tinggi pada Program Studi S1 Kewirausahaan Lapas Kelas IIA Kembang Kuning Fasilitasi Kuliah Online. Perkuliahan ini diselenggarakan setiap hari sabtu dan saat ini sudah memasuki semester ke tiga.

Program pendidikan tinggi di dalam lapas ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan, mentalitas bisnis, dan keterampilan praktis. Tujuannya agar para warga binaan siap menghadapi dunia kerja serta mampu membuka lapangan usaha mandiri secara produktif setelah menyelesaikan masa pidananya kelak

Sinergi Pendidikan Tanpa Batas

Dalam pelaksanaannya, Lapas Kembang Kuning memfasilitasi proses pembelajaran secara daring (online) yang berpusat di aula lapas Lapas Kelas IIA Kembang Kuning Fasilitasi Kuliah Online. Warga binaan yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif nampak antusias mengikuti pemaparan materi dari dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIC serta aktif terlibat dalam sesi diskusi interaktif Lapas Kelas IIA Kembang Kuning

Selain kelas rutin, program kolaborasi ini diperkuat dengan kegiatan Kuliah Pakar dan Kunjungan Edukatif Kuliah Pakar dan Kunjungan Edukatif UNAIC. Dekan FEB UNAIC, Dr. Opi Irawansah, M.Pd.I., menegaskan bahwa universitas berkomitmen penuh memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Sorotan Internasional

Inovasi pembinaan melalui jalur akademik ini bahkan sukses menarik perhatian internasional. Beberapa waktu lalu, perwakilan dari Konsulat Jenderal Australia, Glen Askew, turut mengunjungi Lapas Kembang Kuning bersama civitas akademika UNAIC untuk meninjau jalannya program. Pihak konsulat mengapresiasi tinggi kolaborasi ini dan menilai akses pendidikan tinggi merupakan langkah krusial dalam mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Salah seorang warga binaan yang menjadi mahasiswa aktif program ini, Suyanto mengungkapkan rasa syukur dan optimisme barunya. "Kuliah ini memberi kami kesempatan kedua yang luar biasa. Di sini kami tidak hanya menjalani masa hukuman, tapi dibekali ilmu nyata untuk masa depan. Kami belajar bagaimana menganalisis peluang usaha, mengelola keuangan, dan membangun mentalitas bisnis. Saat bebas nanti, kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kami pulang membawa perubahan positif dan siap membuka lapangan kerja baru," ujar Suyanto dengan penuh semangat.

Kepala Lapas Kembang Kuning, Sugeng Indrawan berharap, bekal gelar akademis dan ilmu kewirausahaan ini dapat mengikis stigma negatif masyarakat. Ketika bebas nanti, para warga binaan tidak lagi dipandang sebagai mantan narapidana, melainkan sebagai sosok wirausahawan baru yang siap membangun ekonomi daerah .

Sugeng Indrawan juga menambahkan pihak lapas berkomitmen penuh menyediakan fasilitas penunjang yang aman demi kelancaran perkuliahan daring Lapas Kelas IIA Kembang Kuning "Kami memanfaatkan teknologi informasi di aula lapas agar teman-teman warga binaan bisa mengikuti kelas interaktif, mengakses modul, hingga menyelesaikan tugas praktikum kewirausahaan dengan disiplin Sinergi akademis yang kokoh ini bahkan mampu menarik perhatian dan apresiasi dari pihak luar, termasuk kunjungan edukatif lintas sektor .Ini membuktikan dari balik jeruji pun, karya dan perubahan positif tetap bisa dilahirkan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....