Ratusan Pembina PMR Banyumas Ikuti Pelatihan

  • 01 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 124 pembina Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam mendampingi generasi muda.

Pelatihan Pembina PMR PMI Kabupaten Banyumas Tahun 2026 tersebut berlangsung selama lima hari, 1-5 September 2026. Kegiatan diawali dengan sesi tatap muka di Aula Universitas Harapan Bangsa (UHB) Purwokerto.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti simulasi dan praktik lapangan pada 4-5 September 2026 di kawasan Baturraden. Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., saat membuka kegiatan mengatakan, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.

Keterampilan sosial, organisasi, dan kemampuan mengembangkan potensi diri juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan seseorang. “Saya percaya kesuksesan dan keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan dari nilai akademis saja, melainkan juga dari soft skill dan keahlian dalam bersosialisasi,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan nonakademis sekaligus belajar berorganisasi dan bersosialisasi.Karena itu, ia berharap para pembina terus memberikan dukungan kepada peserta didik agar mampu berkembang dan meraih prestasi sesuai bidang yang diminati.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si., melalui Pengurus PMI Bidang SDM Irsyad Prihadi, S.Sos., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PMI Banyumas menyambut Hari Ulang Tahun PMI yang diperingati setiap 17 September.

Ia menilai pembina memiliki posisi strategis dalam menentukan keberhasilan pembinaan anggota PMR. “Pembina PMR merupakan salah satu kunci keberhasilan pembinaan generasi muda. Pembina bukan hanya mengajarkan keterampilan dan kepalangmerahan, tetapi juga menjadi teladan, pendamping, penggerak, dan inspirator bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, para pembina dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas pembinaan PMR, sekaligus memperkuat semangat kepalangmerahan dan jiwa kemanusiaan di kalangan pelajar.

Irsyad juga mengajak para pembina membangun PMR yang tidak sekadar besar dari sisi jumlah anggota, tetapi juga aktif, kreatif, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Mari kita bangun PMR yang bukan hanya besar dalam jumlah, tetapi juga berkualitas, aktif, kreatif, berkarakter, dan bermanfaat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....