Ekonomi Kreatif Banyumas Tak Hanya Bertumpu pada Seni

  • 04 Okt 2026 22:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Pengembangan ekonomi kreatif di Banyumas mencakup sektor yang cukup beragam, tidak hanya seni dan pertunjukan. Kuliner, musik, fashion, otomotif, hingga industri digital juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Banyumas, Erik, mengatakan keberagaman subsektor tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan di Banyumas.

“Ekonomi kreatif pada dasarnya sederhana, yaitu ketika kreativitas dan keterampilan mampu menghasilkan nilai ekonomi serta membuka ruang rezeki bagi orang lain,” ujarnya saat pelantikan Pengurus DPC Gekrafs Banyumas di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Erik, ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan karya seni. Berbagai kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Ia mengatakan, pelaku ekonomi kreatif yang tergabung dalam Gekrafs Banyumas memiliki latar belakang dan jejaring yang beragam. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat hubungan antarsubsektor sekaligus membuka peluang kerja sama.

“Kami harus memperkuat kolaborasi, networking, promosi, pendampingan, serta membuka peluang-peluang baru di seluruh sektor ekonomi kreatif,” kata Erik.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Banyumas memiliki sumber daya manusia kreatif, anak muda yang inovatif, serta kekayaan budaya yang dapat mendukung pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diarahkan agar tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi berkembang menjadi kekuatan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengangkat identitas Banyumas,” ujar Sadewo.

Sadewo berharap pengembangan ekonomi kreatif juga diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar. Dengan demikian, produk kreatif yang dihasilkan pelaku usaha di Banyumas memiliki peluang untuk berkembang dan memiliki daya jual.

“Harapannya Gekrafs dapat menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif. Bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, meningkatkan kapasitas, membuka akses pasar, serta mendorong lahirnya produk-produk kreatif Banyumas yang semakin berkualitas dan memiliki daya jual,” katanya.

Pengurus DPC Gekrafs Banyumas periode 2026–2031 dilantik di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....