Inovasi Olahan Limbah Ampas Kopi Universitas Ngurah Rai Tampil di KMI Expo 2026

  • 01 Okt 2026 10:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kontingen kewirausahaan mahasiswa Universitas Ngurah Rai memamerkan produk inovasi ramah lingkungan berbahan dasar limbah ampas kopi dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026. Produk unggulan yang dibawakan meliputi dupa aromaterapi serta karya seni lukis khas Bali yang memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan baku utamanya.

Perwakilan tim kewirausahaan Universitas Ngurah Rai, Etta Ardiatna yang akrab disapa Tata, menjelaskan bahwa produk dupa yang mereka kembangkan memiliki keunggulan tersendiri dari segi efisiensi dan pengasapan. Dupa ini dibuat dengan komposisi seimbang antara ampas kopi dan serbuk kayu khusus.

Ia menyebutkan bahwa pengasapan yang dihasilkan dupa ampas kopi ini jauh lebih banyak dan tahan lama dibandingkan dupa biasa. Hal tersebut membuatnya lebih hemat saat digunakan untuk upacara keagamaan masyarakat Bali maupun sebagai pengharum ruangan.

Selain dupa, tim mereka juga membawa produk inovasi lukisan bernuansa etnik Bali yang dilukis menggunakan pigmen alami ampas kopi. Kehadiran produk ini menjadi solusi kreatif dalam mereduksi limbah organik dari coffee shop yang semakin menjamur.

Perkembangan produk hingga berhasil lolos dan memenangkan pendanaan di tingkat nasional tidak lepas dari proses pembinaan intensif yang dilakukan pihak perguruan tinggi. Melalui pendanaan program KMI dari pemerintah dan pendampingan kampus, tim berhasil meng-upgrade alat produksi modern, seperti oven pengering.

"Sebelumnya kami mengeringkan dupa secara manual dan membutuhkan waktu hingga dua hari. Namun setelah mendapatkan bantuan pendanaan dan fasilitas dari kampus, kami bisa membeli oven sehingga proses pengeringan jauh lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat signifikan," jelas Tata saat ditemui di lokasi pameran KMI Expo 2026.

Tata menilai ajang KMI Expo menjadi wadah yang sangat krusial bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring serta mengatasi kendala permodalan dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, bantuan dana awal dari pemerintah ini menjadi solusi bagi mahasiswa yang belum memiliki akses penuh ke pinjaman komersial perbankan.

Pasca penyelenggaraan KMI Expo 2026, Universitas Ngurah Rai dan tim mahasiswa menargetkan perluasan jangkauan pemasaran serta peningkatan volume produksi. Produk dupa ampas kopi ditargetkan tidak hanya menyasar kebutuhan ritel lokal, tetapi juga menjangkau pasar nasional.

Menyesuaikan tema KMI Expo 2026 “Berakar Lokal, Berdampak Global”, Universitas Ngurah Rai mengoptimalkan bahan baku lokal khas daerah berupa limbah kopi dan kearifan budaya Bali untuk menciptakan produk berdaya saing global.

"Produk ini kami harapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya untuk kebutuhan ibadah umat Hindu di Bali, tetapi juga bisa diformulasikan sebagai aromaterapi pengharum ruangan untuk masyarakat di daerah lain," tambah Tata.

Melalui keikutsertaan dalam KMI Expo 2026, diharapkan produk kewirausahaan mahasiswa ini dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat luas. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....