SDN 1 Krandegan Banjarnegara Manfaatkan Sampah MBG Sebagai Ecoenzym
- 02 Okt 2026 15:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Siapa bilang sampah kulit buah terutama sisa MBG adalah sesuatu yang bau dan tidak berguna? Bagi murid SDN 1 Krandegan Banjarnegara, mereka sukses membuktikan bahwa sampah seperti itu bisa menjadi ecoenzym yang memiliki banyak manfaat.
Kamis 1 Oktober 2026 bertempat di halaman sekolah, sebanyak 180 murid kelas 5 dan 6 melakukan Panen Raya Ecoenzym yang dibuat tiga bulan lalu.
Kepala DPKPLH Herrina Indri Hastuti yang diwakili kehadirannya oleh Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Banjarnegara Yuni Amin mengapresiasi kegiatan ini.
"Ini menunjukan murid SDN 1 Krandegan sangat peduli terhadap lingkungan. Berasal dari sampah kulit buah dibuat sebagai ecoenzym yang sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan seperti pupuk tanaman, pencuci piring, menjernihkan air di selokan dan masih banyak lagi", ungkap Yuni.
Humas LN Indonesia Power UBP Mrica Condro Budiarto yang juga hadir dalam kegiatan panen raya engungkapkan bahwa ia sangat mendukung kegiatan berwawasan lingkungan seperti ini.
"Kami sangat berbahagia menyaksikan langsung bagaimana murid menyikapi sampah organik dan anorganik dengan tepat. Kami sangat berharap anak-anak dapat selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga selalu menjadi pioner dalam menjaga kebersihan dimanapun berada," ujarnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Korwilcandikpora Banjarnegara beserta pengawas TK dan SD, DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, dan BPP Kecamatan Banjarnegara.
Kepala SDN 1 Krandegan Slamet Sugiyanto mengatakan bahwa acara ini sangat berkaitan dengan perkembangan kurikulum saat ini.
"Alhamdulillah hari ini dapat memanen ratusan liter ecoenzym yang dibuat oleh murid. Mereka mendapat pengalaman baru dan bermakna, sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam dan sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ini salah satu solusi sekolah dalam mengolah limbah kulit buah dari MBG yang ada setiap hari," ungkap Slamet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....