Guru Olahraga di Banjarnegara Tampilkan Puluhan Inovasi Pembelajaran

  • 10 Sep 2026 07:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Siapa bilang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) hanya bisa meniup peluit dan menyuruh murid berlari ke sana kemari? Para guru PJOK yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK SD Kabupaten Banjarnegara membuktikan sebaliknya dengan memamerkan puluhan inovasi pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Apung Surya Yudha Park Banjarnegara, Rabu (9/9/2026), tersebut menampilkan beragam karya inovatif. Mulai dari media pembelajaran, inovasi alat dan permainan, pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran PJOK, literasi dan numerasi berbasis aktivitas gerak, hingga coding berbasis PJOK.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kreativitas para guru PJOK.

"Ini menunjukkan guru PJOK terus belajar, berkarya, berinovasi, bahkan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga murid dapat terlayani dengan baik. Melalui acara ini pula terbukti bagaimana kekompakan, gotong royong, dan budaya saling berbagi sangat menonjol," ungkap Yusuf.

Ketua KKG PJOK SD Kabupaten Banjarnegara, Slamet Sugiyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda kolosal yang digelar dua tahun sekali. Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengumpulkan seluruh guru PJOK SD se-Kabupaten Banjarnegara sekaligus membangun ekosistem belajar yang positif.

"Untuk tahun ini, kegiatan kolosal dalam bentuk Pasar PJOK. Harapannya semua guru dapat mengambil inspirasi inovasi pembelajaran yang kemudian dapat ditiru dan diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Kita juga perlu membangun ekosistem pembelajar yang mendorong guru PJOK mau dan mampu belajar sepanjang hayat," jelas Kepala SDN 1 Krandegan Banjarnegara itu.

Menurut Slamet, Pasar PJOK tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga ruang berbagi praktik baik antarguru. Melalui kegiatan tersebut, inovasi yang telah dikembangkan di satu sekolah diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan oleh guru di sekolah lainnya.

Pengumpulan naskah inovasi pembelajaran dalam kegiatan tersebut menghasilkan sedikitnya 20 naskah inovatif dan bermakna. Dari jumlah tersebut, terpilih enam karya terbaik untuk didiseminasikan dalam forum Pasar PJOK.

Keenam karya terbaik tersebut berasal dari KKG PJOK Kecamatan Karangkobar, Sigaluh, Wanayasa, Banjarmangu, Pagedongan, dan Pejawaran. Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong guru PJOK untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, serta menyenangkan bagi murid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....