Sistem OPAC: Upaya Pemerintah Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat
- 01 Okt 2026 10:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat dalam memperoleh kemudahan contohnya membaca buku melalui media digital. Minat belajar merupakan fondasi utama masyarakat modern dalam memperoleh informasi digital secara bijak. Perpustakaan bukan lagi tempat yang harus didatangi untuk dapat membaca buku namun juga menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Pada segmen Literasi Digital Pro 1 RRI Purwokerto edisi Selasa (29/9/2026) yang membahas mengenai perpustakaan Purbalingga dari minat baca ke masyarakat literat bersama Ari Susanti, S.Sos. Kabid Perpustakaan Dinarpus Purbalingga.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purbalingga menghadirkan inovasi layanan gedung maupun perpustakaan keliling hingga pelosok desa untuk mendorong tingkat literasi warga Purbalingga.
Literasi mulai ditegaskan kembali khususnya di Purbalingga untuk mengembalikan budaya baca masyarakat Purbalingga. Sesuai dengan data hasil TKM pada perpustakaan Purbalingga, minat membaca masyarakat Purbalingga tergolong besar. Selain itu untuk mendukung minat masyarakat Purbalingga membaca yaitu dengan menyediakan fasilitas yang mendukung serta mampu memberikan kenyamanan masyarakat ketika membaca.
Perpustakaan Purbalingga menciptakan suasana perpustakaan yang membuat pengunjung merasa bahwa perpustakaan bukan sebagai tempat umum namun rumah sendiri. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sirkulasi pelayanan di lantai satu yang fungsinya untuk melayani pendaftaran anggota perpustakaan, membantu pengunjung mendapatkan buku yang diperlukan serta terdapat ruangan disabilitas. Selain itu ada ruang bermain anak seperti bermain boneka, congklak dan permainan edukasi lainnya.
Perpustakaan Purbalingga mengusung program bernama Ajar Pustaka yang dilakukan dengan mengundang siswa untuk datang dan belajar di Perpustakaan Purbalingga. Ruangan yang paling digemari oleh pengunjung perpustakaan adalah ruang audio visual yang berbentuk seperti teater mini dengan kapasitas 50 orang. Di dalamnya pengunjung dapat melihat berbagai film edukasi. Selain ruangan audiovisual, perpustakaan juga memiliki ruang rapat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengadakan pertemuan.
“Saat ini kami sedang merintis nih mbak, yang namanya link ya mbak, platform ya. Linknya itu di pemustaka purbalingga.my.id,” jelas Ari.
Upaya Perpustakaan Purbalingga untuk dapat mendorong pengunjung meningkatkan minatnya pada membaca yaitu dengan berinovasi dan membuat terobosan baru berupa link Purbalingga.my.id untuk mengetahui jenis buku dan kebutuhan buku pengunjung. Melalui link tersebut pihak Perpustaan Purbalingga dapat mengetahui secara statistik junlah buku yang pernah dibaca oleh pengunjung.
“kami juga di ruang baca, kami punya yang namanya sistem OPAC. Ya opac kalau disini, opac tulisannya. Opac, O-P-A-C,” lanjut Ari.
OPAC atau online public access catalog fungsinya memberikan kemudahan kepada para pengunjung dalam menelusuri janis buku dan letak buku. Tidak hanya melalui sistem OPAC, Perpustakaan Purbalingga juga menyediakan pustakawan yang selalu bersedia membantu dan mengarahkan pengunjung ketika hadir di perpustakaan.
Perpustakaan Purbalingga untuk menarik minat kembali anak-anak dalam membaca yaitu dengan memberikan bimbingan teknis kepada perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah mengenai pentingnya penggunaan buku sebagai panduan yang kuat dalam memperoleh pengetahuan. Sebab beberapa informasi yang disampaikan melalui media digital belum tentu memiliki narasumber yang valid.
Berdasarkan berbagai fasilitas perpustakaan, kini Perpustakaan Purbalingga bukan hanya sekedar tempat penyimpanan buku melainkan sebuah ruang publik kreatif, inklusif dan modern yang bersedia menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Purbalingga. Harapan Ari, masyarakat khususnya daerah Purbalingga dapat meramaikan dan memuliakan perpustakaan sehingga keberadaanya semakin mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. (Dini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....