Membaca Sebagai Nutrisi Otak, Kunci Cegah Hoaks di Era Digital

  • 10 Sep 2026 10:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Masyarakat perlu mengubah pandangan bahwa membaca bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan kebutuhan seperti makan untuk menutrisi otak. Hal ini disampaikan Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Banyumas, Hanan Wiyoko, dalam wawancara khusus bersama RRI.

Hanan Wiyoko menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi, banyak yang menganggap membaca itu membosankan atau hanya untuk pelajar. Padahal, membaca adalah kebutuhan untuk menutrisi otak dengan informasi yang benar dan bermutu.

"Membaca itu harus dianggap sebagai sebuah kebutuhan, membaca sebagai nutrisi untuk otak kita," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat disarankan membaca bahan yang disukai agar kegiatan tersebut terasa menyenangkan, layaknya menonton film favorit. Cara ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca secara alami di tengah masyarakat.

Di tengah gempuran informasi digital yang serba instan, keberadaan Taman Bacaan Masyarakat dinilai semakin penting untuk menumbuhkan literasi kritis. Buku dianggap sebagai sumber informasi yang tervalidasi dan terpercaya, sehingga dapat melindungi masyarakat dari berita bohong atau hoaks yang marak beredar.

"Membaca buku saya kira adalah sumber yang paten, sumber yang tervalidasi, sehingga kita terjauhkan dari hoaks," katanya.

Lebih jauh, Hanan Wiyoko menegaskan bahwa keberlanjutan taman bacaan tidak boleh hanya bergantung pada semangat individu. Diperlukan dukungan bersama dari pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar keberadaan taman bacaan terus berdenyut dan bermanfaat bagi semua pihak.

"Kalau hanya diserahkan ke pegiat literasi sendiri, kegiatan-kegiatan ini akan mati. Butuh jabat tangan erat saling mendukung antar para pihak," tegasnya. (Zahra Nurul Fitria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....