Komisi III DPRD Banjarnegara Apresiasi BSB Olah Sampah Plastik Jadi BBM

  • 01 Okt 2026 09:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Sampah plastik low value yang selama ini sulit memiliki nilai ekonomi di Kabupaten Banjarnegara, diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif.

Inovasi tersebut dilakukan Bank Sampah Banjarnegara (BSB) di Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi. Pengolahan sampah menggunakan mesin pirolisis itu menghasilkan bahan bakar alternatif yang disebut petasol.

Pengolahan sampah plastik menjadi petasol tersebut diapresiasi Komisi III DPRD Banjarnegara, saat melakukan kunjungan kerja ke Bank Sampah Banjarnegara Rabu (30/9/2026)’

Anggota Komisi III DPRD Banjarnegara, Arya Achmad Zakaria, mengapresiasi inovasi yang dilakukan BSB. Menurut dia, pengolahan sampah plastik menjadi BBM alternatif berpotensi dikembangkan sebagai percontohan pengelolaan sampah.

"Bank Sampah Banjarnegara ini bisa menjadi pilot project dalam penanganan sampah plastik, terutama low value," kata Arya.

Ketua Bank Sampah Banjarnegara, Budi Trisno Aji, mengatakan, proses produksi dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat.

Sampah kemudian dipilah sebelum dimasukkan ke mesin pirolisis untuk diproses. Hasil pengolahan selanjutnya dimurnikan hingga menjadi produk bahan bakar.

"Rata-rata kami mengolah sekitar 300 kilogram sampah plastik setiap hari," ujar Budi.

Bahan baku tidak hanya berasal dari Desa Kasilib. BSB juga mendapatkan pasokan sampah plastik dari sejumlah desa dan komunitas di sekitar Banjarnegara, di antaranya Desa Luwung, Kecamatan Rakit, dan Desa Kalijambe.

Dari sekitar 300 kilogram sampah plastik yang diolah setiap hari, hasil produksinya disebut dapat mencapai sekitar 80 persen dari bahan baku.

Produk petasol kemudian dipasarkan dengan sistem business to business (B2B) atau kerja sama antarbadan usaha.

Anggota komunitas BSB dapat memperoleh produk tersebut secara langsung. Sementara masyarakat umum dapat memperoleh petasol dengan sistem barter menggunakan sampah plastik.

Untuk petasol dengan spesifikasi setara solar untuk kebutuhan petani, harganya sekitar Rp11.000 per liter. Sedangkan petasol untuk kendaraan dibanderol sekitar Rp13.000 per liter.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarnegara, Herina Indri, mengatakan sampah plastik mencapai sekitar 30 persen dari total sampah. Sebagian di antaranya merupakan sampah plastik low value.

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mampu mengolah sampah low value maupun high value secara optimal.

"Pengelolaan sampah harus dibangun dari hulu sehingga sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir bisa ditekan," kata Herina.

Pengolahan sampah plastik menjadi BBM alternatif diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya sulit dimanfaatkan. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....