BASAIbu Wiki Jawa Dorong Anak Muda Sampaikan Gagasan Lewat Bahasa Daerah
- 22 Sep 2026 15:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - BASAIbu Wiki Jawa mendorong generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan berpartisipasi dalam isu di lingkungan mereka melalui pelestarian bahasa daerah.
Project Lead BASAIbu Wiki Jawa, Cristina Setia Ningrum, mengatakan BASAIbu Wiki Jawa merupakan kolaborasi Yayasan BASAIbu Wiki dengan ICT Watch yang juga bergerak dalam literasi digital.
Menurutnya, platform tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi anak muda yang ingin menyampaikan pendapat, tetapi terkendala akses maupun wadah untuk menyalurkan gagasan.
“Kita buatkan platform dalam bentuk website, Bahasa Ibu Jawa.org, jadi bisa diakses sama kawan-kawan,” kata Cristina saat diwawancara RRI pada Jumat (18/9/2026).
Melalui platform tersebut, anak muda dapat mengikuti program Wikithon atau Wiki Marathon dan Mini Wikithon. Wikithon dikemas dalam bentuk lomba tematik yang mendorong peserta menyampaikan ide mengenai persoalan tertentu sekaligus menawarkan solusi yang dapat diterapkan.
Cristina mengatakan, pendekatan yang digunakan tidak hanya untuk mendorong partisipasi anak muda, tetapi juga melestarikan bahasa daerah. Peserta nantinya dapat menyampaikan ide menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu.
Menurutnya, penggunaan bahasa daerah juga diharapkan dapat mengubah pandangan bahwa menggunakan bahasa Jawa tidak lagi relevan bagi generasi muda.
“Justru teman-teman tetap keren menggunakan bahasa daerah, bahasa Jawa misalkan. Kita mau coba switch mindset itu,” ujarnya.
Ide yang masuk dan terpilih dalam Wikithon selanjutnya akan mendapatkan pendampingan melalui coaching dan pra-dialog. Gagasan tersebut kemudian dapat dirumuskan menjadi policy brief untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk suara dan aspirasi generasi muda.
Cristina menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada kompetisi atau pemberian penghargaan. Peserta juga didorong untuk menerjemahkan gagasan yang dihasilkan menjadi aksi nyata di masyarakat.
Bahasa Ibu Wiki Jawa mulai dikembangkan di Jawa Tengah sejak Agustus 2026 dan saat ini masih dalam tahap pengenalan serta audiensi dengan sejumlah pihak.
Target peserta berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun, mencakup pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....