Stasiun Kroya Jadi Simpul Strategis Perjalanan KA di Selatan Jawa

  • 21 Sep 2026 16:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Stasiun Kroya merupakan salah satu stasiun tersibuk di wilayah Daop 5 Purwokerto yang menjadi simpul penting perjalanan kereta api. Stasiun yang terletak di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, ini menghubungkan berbagai tujuan ke arah barat menuju Bandung, timur menuju Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi, serta utara menuju Purwokerto dan Jakarta.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, dengan posisi strategis tersebut, Stasiun Kroya terus melayani mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

”Setiap harinya, terdapat sekitar 95 perjalanan kereta api yang melayani penumpang di Stasiun Kroya, dengan beragam pilihan kelas, mulai dari ekonomi dan eksekutif hingga layanan kereta di atasnya seperti Luxury, Panoramic, dan Suite Class Compartment,” ujarnya.

KAI Daop 5 Purwokerto mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Kroya. Berdasarkan data Januari–Agustus 2026, Stasiun Kroya melayani rata-rata 93.159 pelanggan per bulan, terdiri atas 46.804 pelanggan yang berangkat dan 46.356 pelanggan yang tiba. Jumlah tersebut meningkat 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2023 yang mencapai 62.318 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut terlihat secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, rata-rata jumlah pelanggan Stasiun Kroya mencapai 74.961 orang per bulan, kemudian meningkat menjadi 83.290 orang per bulan pada 2025.

”Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa Stasiun Kroya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. KAI terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan semakin mudah diakses oleh pelanggan,” kata As’ad.

Dari sisi sejarah, Stasiun Kroya telah menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia selama lebih dari satu abad. Stasiun yang berada pada ketinggian sekitar 11 meter di atas permukaan laut tersebut mulai beroperasi pada 20 Juli 1887.

Hingga kini, stasiun terus berkembang dengan dukungan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, di antaranya akses Wi-Fi, isi ulang air minum gratis, serta toilet yang bersih dan nyaman.

Selain menjadi simpul transportasi, keberadaan Stasiun Kroya turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Aktivitas perjalanan pelanggan mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beragam transportasi lanjutan yang turut melengkapi kebutuhan masyarakat maupun pelanggan kereta api.

”Hal ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan,” tutup As’ad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....