BPOM Banyumas Edukasi 180 Siswa Kroya soal Bahaya Jamu BKO

  • 01 Sep 2026 15:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas membekali 180 siswa kelas XI SMAN 2 Kroya, Kabupaten Cilacap, dengan pengetahuan mengenai keamanan obat bahan alam dan bahaya penggunaan jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam serta Pencegahan Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Jamu Mengandung BKO. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda agar mampu mengenali dan menghindari produk obat tradisional yang tidak memenuhi standar keamanan.

Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, S.Si., M.Sc., dalam kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai keamanan dan mutu obat bahan alam, bahaya penyalahgunaan obat, hingga risiko penggunaan BKO secara ilegal dalam produk jamu.

Para siswa juga diperkenalkan pada berbagai kategori obat bahan alam, mulai dari Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), hingga Fitofarmaka. Selain itu, BPOM membekali siswa dengan cara sederhana memilih produk yang aman melalui Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Tidak hanya itu, siswa juga dikenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile yang dapat dimanfaatkan untuk mengecek legalitas produk obat dan makanan sebelum dikonsumsi.

Kegiatan edukasi ini menjadi semakin strategis karena SMAN 2 Kroya berencana mengembangkan program berbasis obat bahan alam yang melibatkan siswa secara langsung. Program tersebut mencakup budidaya tanaman herbal, pengenalan dan produksi obat tradisional sederhana, hingga pengembangan pemasaran produk secara digital.

Melalui program tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk kesehatan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengenal serta mengembangkan potensi tanaman herbal secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan mutu.

BPOM Banyumas pun mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur produk yang menawarkan hasil instan atau klaim khasiat yang disebut “cespleng”. Produk yang menjanjikan hasil cepat tanpa dasar yang jelas perlu diwaspadai, terutama jika tidak memiliki izin edar resmi.

“Sehat itu nggak instan. Jadilah konsumen cerdas dan selalu Cek KLIK sebelum membeli,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan edukasi tersebut.

Melalui pembekalan ini, siswa diharapkan dapat menjadi konsumen yang lebih kritis sekaligus turut berperan dalam pengawasan obat dan makanan dengan memilih produk yang aman, bermutu, memiliki izin edar, serta melaporkan apabila menemukan produk yang mencurigakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....