Stasiun Kroya: Lebih dari Satu Abad jadi Simpul Perjalanan KA di Selatan Jawa

  • 21 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Aktivitas penumpang di Stasiun Kroya, Kabupaten Cilacap, terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, stasiun yang menjadi salah satu simpul penting perjalanan kereta api di wilayah selatan Jawa ini rata-rata melayani 93.159 pelanggan setiap bulan.

Stasiun yang berada di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi titik penghubung berbagai perjalanan kereta api. Dari Kroya, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Bandung, ke timur menuju Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi, serta ke utara menuju Purwokerto dan Jakarta.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, dengan posisi strategis tersebut, Stasiun Kroya terus melayani mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

”Setiap harinya, terdapat sekitar 95 perjalanan kereta api yang melayani penumpang di Stasiun Kroya, dengan beragam pilihan kelas, mulai dari ekonomi dan eksekutif hingga layanan kereta di atasnya seperti Luxury, Panoramic, dan Suite Class Compartment,” ujarnya.

Data KAI Daop 5 Purwokerto menunjukkan, rata-rata 93.159 pelanggan yang dilayani setiap bulan pada Januari–Agustus 2026 terdiri dari 46.804 pelanggan yang berangkat dan 46.356 pelanggan yang tiba di Stasiun Kroya.

Angka tersebut mencatat kenaikan cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi tiga tahun sebelumnya. Pada 2023, rata-rata pelanggan yang dilayani Stasiun Kroya mencapai 62.318 orang per bulan. Artinya, jumlah pelanggan pada 2026 meningkat 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2023.

Tren peningkatan tersebut juga terjadi secara bertahap. Pada 2024, rata-rata pelanggan mencapai 74.961 orang per bulan, kemudian kembali naik menjadi 83.290 orang per bulan pada 2025.

”Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa Stasiun Kroya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. KAI terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan semakin mudah diakses oleh pelanggan,” kata As’ad.

Di balik tingginya aktivitas perjalanan saat ini, Stasiun Kroya memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perkeretaapian di Indonesia. Stasiun yang berada sekitar 11 meter di atas permukaan laut itu telah beroperasi sejak 20 Juli 1887 atau lebih dari satu abad.

Lebih dari satu abad kemudian, Stasiun Kroya terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan. Sejumlah fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan, mulai dari akses Wi-Fi, fasilitas isi ulang air minum gratis, hingga toilet yang bersih dan nyaman.

Peran Stasiun Kroya juga tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta api. Meningkatnya mobilitas pelanggan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar stasiun.

Kehadiran pelanggan turut membuka ruang bagi berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, sekaligus mendukung keberadaan berbagai moda transportasi lanjutan yang melayani kebutuhan masyarakat.

”Hal ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan,” kata As’ad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....