Gempuran Bata Hebel, Bata Merah Masih Bertahan

  • 25 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Di tengah semakin populernya penggunaan bata hebel sebagai material bangunan, bata merah masih memiliki pasar. Hal ini terlihat dari aktivitas produksi pengrajin bata merah di Desa Sampang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cilacap.

Salah seorang pengrajin, Suradi, mengatakan permintaan bata merah hingga kini masih berjalan. Pembeli bahkan datang dari sejumlah wilayah untuk mendapatkan bata merah produksinya.

“Bata hebel itu kan lagi ramai. Bata ini yang penting lancar,” kata Suradi.

Menurutnya, keberadaan bata hebel maupun bata pres tidak menjadi hambatan bagi usaha yang dijalankannya. Ia menilai setiap jenis material bangunan memiliki konsumen masing-masing.

“Jadi misalnya ada bata merah, ada bata pres, silakan, itu kan rezeki sendiri-sendiri,” ujarnya.

Suradi menyebut pembeli bata merah produksinya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kawunganten, Purwokerto, Randegan, Kroya, hingga Binangun.

Saat ini, harga bata merah sekitar Rp740 ribu, dengan harga yang dapat berbeda menyesuaikan lokasi pengambilan. Biaya juga bertambah apabila pembeli meminta bata dikirim ke wilayah yang lebih jauh.

Meski permintaan masih ada, Suradi menghadapi keterbatasan tenaga kerja. Saat ini, hanya satu orang pekerja yang membantunya dalam proses pembuatan bata merah.

Suradi tetap mempertahankan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak.

“Asal hidup buat, ngedahin anak, bisa sekolah dan sebagainya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....