Arus Informasi Bergerak Cepat, Media Harus Bertahan di Tengah Banjir Informasi

  • 17 Sep 2026 16:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Arus informasi di era digital bergerak semakin cepat. Media sosial dan berbagai platform digital membuat masyarakat dibanjiri informasi dari beragam sumber. Di tengah kondisi tersebut, media massa dituntut tetap bertahan sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui berita yang akurat dan terverifikasi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas, Lilik Darmawan, mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci bagi media untuk tetap bertahan menghadapi perubahan ekosistem informasi.

Hal tersebut disampaikan Lilik dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Peraturan Daerah (PKPP) melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Demokrasi di Era Digital” di Aula Kantor Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Bambang Haryanto Bachrudin (BHB), dan diikuti kalangan jurnalis serta insan pers.

Lilik mengatakan, FGD menjadi salah satu upaya bersama untuk membahas berbagai persoalan yang saat ini dihadapi media. Menurutnya, media perlu terus beradaptasi, baik dari sisi konten maupun pemanfaatan teknologi.

“Kita mencoba untuk mendiskusikan bagaimana caranya agar media tetap survive dengan cara beradaptasi, baik itu konten, kemudian dengan teknologi,” ujarnya.

Menurut Lilik, keberlangsungan media memiliki arti penting bagi kehidupan demokrasi. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan negara dan kontrol sosial.

“Media itu menjadi kontrol bagi penyelenggaraan negara, kemudian juga kontrol sosial. Dan itu sangat penting buat masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Ia menjelaskan, tantangan media saat ini semakin kompleks karena informasi hadir secara masif melalui media sosial dan berbagai sumber lainnya. Kondisi tersebut membuat media harus memiliki pembeda yang kuat agar tetap dipercaya masyarakat.

Lilik menilai kejujuran, verifikasi, dan akurasi harus menjadi prinsip yang tidak boleh ditinggalkan oleh media di tengah perubahan teknologi.

“Media itu harus tetap mengedepankan kejujuran, berita yang verifikatif, berita yang akurat,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi kekuatan media mainstream dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Ketika keakuratan dan etika jurnalistik tetap dijaga, media dapat menghadirkan perspektif yang kredibel di tengah banyaknya informasi yang beredar.

“Kalau itu terjaga dengan baik, maka media itu bisa bersuara di tengah kebisingan. Dan dia bisa menjadi suara lain,” katanya.

Lilik menegaskan, perkembangan teknologi tidak semestinya membuat media meninggalkan prinsip dasar jurnalistik. Media mainstream tetap perlu berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian penting dari ekosistem demokrasi.

Dengan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik, media diharapkan tetap memiliki ruang untuk menjalankan fungsi informasinya sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial di tengah demokrasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....