Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Berkah di Musim Kemarau
- 10 Sep 2026 07:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Musim ubur-ubur membawa rezeki tambahan bagi nelayan pesisir Cilacap, setelah beberapa saat lalu mengalami paceklik akibat cuaca buruk.
Kemunculan ubur ubur di wiayah cilacap ini sudah terpantau sekitar 2 minggu terakhir. Kondisi ini dimanfaatkan nelayan untuk menambah penghasilan di tengah aktivitas melaut.
Salah seorang nelayan pandanarang Cilacap, Mail mengatakan jika ubur-ubur mulai banyak ketika musim kemarau panjang dan kondisi ait laut masih dingin dan cuaca cerah. Dia mengaku sudah dua minggu lebih mencari ubur-ubur di laut.
Ia menyebut, hasil tangkapan ubur-ubur cukup melimpah. Dalam sehari, satu perahu kecilnya yang sudah dimodifikasi agar bisa menampung ubur-ubur, rata-rata bisa membawa pulang hingga 1 ton. Ubur-ubur hasil tangkapan kemudian dijual kepada pengepul, dengan harga Rp 800 per kilogram.
"Rata-rata ya sekitar 1 ton sekali narik, biasanya sehari dua kali, kalau per kilonya Rp800 hari ini dapat sekitar Rp 800 ribuan, ya alhamdulillah," katanya.
Sama halnya dengan Hendri, nelayan lainnya yang mengaku baru lima hari mencari ubur-ubur. Setiap harinya ia bisa mendapatkan sekitar 1 ton lebih.
"Dapatnya tidak tentu kalau nelayan, kadang dapat banyak kadang dapat sedikit, kadang 15 kwintal, 1 ton, biasanya satu kali dari habis subuh sampai jam 9 an," katanya.
Salah seorang pengepul ubur-ubur, Sudirman mengatakan pasokan yang diterimanya dari nelayan saat ini cukup tinggi. Dalam sehari, ia bahkan bisa menampung hingga 30 ton ubur-ubur.
Nantinya ubur-ubur ini akan di ekspor ke Tiongkok. Jepang, Korea dan Taiwan, dengan sebelumnya disortir serta melalui proses pengawetan terlebih dahulu.
Berdasarkan Data Dinas Perikanan tidak setiap tahun ubur-ubur ubur muncul. Seperti pada musim kemarau tahun 2021 tidak tercatat adanya hasil panen ubur ubur.
Namun pada tahun 2022 tercatat sebanyak 128,7 ton, lalu melonjak drastis pada 2023 dengan hasil panen ubur-ubur mencapai 6.462,9 ton. Sedangkan pada lusim kemarau 2024 kembali nihil dan pada 2025 tercatat mencapai 4.658,3 ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....