2.500 Tukik Diselamatkan Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap

  • 26 Agt 2026 09:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap menyelamatkan sekitar 2.500 tukik sepanjang 2026. Tukik tersebut telah dilepasliarkan ke laut sebagai bagian dari upaya pelestarian penyu.

Pengelola Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan mengatakan, konservasi dibentuk karena masih ditemukannya perburuan, konsumsi, dan perdagangan penyu. Upaya penyelamatan dilakukan melalui patroli rutin di kawasan pesisir Cilacap.

Patroli dilakukan pada malam hari di sepanjang pantai dari Sodong hingga Jetis. Tim memantau lokasi pendaratan penyu sekaligus menyelamatkan telur yang ditemukan.

“Tahun ini sekitar 2.500 tukik sudah kita selamatkan dan dilepas ke laut. Kemungkinan masih bertambah karena masih ada telur yang belum menetas,” kata Jumawan.

Menurutnya, populasi penyu di Cilacap terus mengalami penurunan akibat berkurangnya habitat peneluran. Perburuan telur juga masih ditemukan, terutama di wilayah Cilacap bagian timur.

“Kendala yang kita hadapi salah satunya masih ada masyarakat yang belum sadar. Terutama sebagian masyarakat masih memburu telur penyu untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Selain patroli, Konservasi Penyu Nagaraja melibatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Setiap desa memiliki perwakilan nelayan yang membantu sosialisasi dan menjadi koordinator penyelamatan telur penyu.

Edukasi juga dilakukan melalui sekolah-sekolah di sekitar kawasan konservasi. Langkah tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian penyu sejak usia dini.

Dari sisi operasional, Jumawan mengatakan kegiatan konservasi masih mengandalkan swadaya kelompok dan donasi pengunjung. Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan bantuan pemerintah untuk mendukung operasional konservasi.

“Kalau sampai saat ini kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, sehingga operasional masih pasang surut,” katanya.

Jumawan juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan kawasan pesisir. Sampah plastik di laut dinilai menjadi salah satu ancaman bagi kelangsungan hidup penyu.

“Selama ini kami sosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Ia menilai edukasi mulai menunjukkan perubahan perilaku masyarakat. Perdagangan dan konsumsi telur penyu disebut semakin menurun seiring meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya pelestarian penyu. (Syafa Dwianto)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....