Kisah Napi di Lapas Cilacap, Sempat Putus Sekolah Kini Kejar Ijazah
- 10 Sep 2026 07:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cilacap, tidak menyurutkan semangat para warga binaan untuk mengenyam pendidikan. Sejumlah warga binaan kembali duduk di bangku sekolah, membuka buku, menyimak pelajaran, dan mengerjakan tugas layaknya pelajar pada umumnya.
Mereka merupakan warga binaan yang sebelumnya tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal. Kini, selama menjalani masa pidana, mereka mendapat kesempatan untuk kembali belajar melalui Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.
Program tersebut resmi dimulai pada Selasa (8/9/2026), melalui sinergi Lapas Cilacap dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.
Suasana pembelajaran hari pertama berlangsung tertib. Para warga binaan mengikuti proses belajar dengan antusias. Bagi sebagian dari mereka, kembali berhadapan dengan buku dan pelajaran menjadi pengalaman yang sudah cukup lama ditinggalkan.
Pendidikan kesetaraan ini tidak sekadar memberikan aktivitas tambahan selama berada di dalam lapas. Warga binaan mengikuti pembelajaran dengan kurikulum dan tenaga pengajar sesuai ketentuan pendidikan nasional, hingga nantinya dapat memperoleh ijazah resmi setelah memenuhi persyaratan kelulusan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cilacap, Alian Nur Kundy, mengatakan pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang tetap harus dipenuhi, termasuk bagi warga binaan.
“Banyak warga binaan yang harus berhenti sekolah karena berbagai persoalan hidup, lalu berakhir menjalani pidana. Melalui program ini kami ingin mengembalikan kesempatan yang sempat hilang. Masa pidana bukan penghalang untuk belajar dan memperbaiki masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap, Gowim Mahali, mengatakan pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dapat digunakan setelah bebas.
“Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat membangun kembali masa depan. Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman hidup, tetapi juga ilmu pengetahuan, karakter yang lebih baik, dan ijazah yang bisa menjadi bekal untuk kembali diterima di masyarakat,” tegas Gowim Mahali.
Melalui Kejar Paket A, B, dan C, warga binaan yang sebelumnya putus sekolah kini dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....