Dua Mahasiswa Internasional UMP Raih Juara di Festival Handai Indonesia 2026

  • 08 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Dua mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meraih prestasi dalam Festival Handai Indonesia (FHI) 2026. Gloire Nsengiyumva Shaka, mahasiswa asal Republik Demokratik Kongo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), menjadi juara pertama kategori bernyanyi, sedangkan Abdalrahim Siddig Idris Agadouf asal Sudan dari Fakultas Teknik meraih juara kedua kategori berpantun.

FHI merupakan ajang yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebagai bentuk apresiasi bagi warga negara asing yang mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia.

Pada 2026, FHI mempertandingkan lima kategori, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Kompetisi tersebut diikuti 542 pendaftar dari 79 negara. Setelah melalui proses seleksi, 25 peserta dari 21 negara lolos ke babak final yang digelar di Jakarta.

Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para penutur asing untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui berbagai bentuk seni dan ekspresi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan FHI memberikan kesempatan bagi penutur asing untuk menunjukkan kemampuan sekaligus kreativitas dalam menggunakan bahasa Indonesia.

“Festival Handai Indonesia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global serta menjadikannya sebagai sarana membangun persahabatan antarbangsa,” ucap Abdul Mu'ti.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan keberagaman negara asal peserta menunjukkan minat terhadap bahasa Indonesia yang semakin luas. FHI juga menjadi bagian dari program penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan.

Di UMP, persiapan kedua mahasiswa dilakukan melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kepala Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., mengatakan Shaka dan Agadouf menjalani latihan sekitar satu bulan sebelum mengikuti tahapan seleksi FHI 2026.

Setelah dinyatakan lolos ke babak final, persiapan dilanjutkan secara lebih intensif selama sekitar satu setengah bulan dengan pendampingan dari pengajar BIPA UMP.

“Setelah dinyatakan lolos ke babak final, persiapan kembali dilakukan secara lebih intensif selama sekitar satu setengah bulan. Shaka dan Agadouf mendapatkan pendampingan dari para pengajar BIPA UMP,” ujar Titik.

Pendampingan tidak hanya berfokus pada penggunaan bahasa Indonesia, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan bahasa melalui seni dan budaya. Shaka mempersiapkan penampilan bernyanyi, sementara Agadouf berlatih berpantun yang membutuhkan kemampuan berbahasa sekaligus pemahaman terhadap tradisi sastra lisan Indonesia.

Titik mengatakan keterlibatan mahasiswa internasional dalam FHI juga menjadi bagian dari pembelajaran BIPA di lingkungan kampus. Selain digunakan untuk kebutuhan akademik dan komunikasi sehari-hari, pembelajaran bahasa Indonesia juga diarahkan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing.

Bagi Shaka, keikutsertaannya dalam FHI menjadi pengalaman yang berkesan. Selain mewakili UMP, ia juga merasa mendapat kesempatan untuk bertemu peserta dari berbagai negara dan mempelajari hal-hal baru.

“Mengikuti Festival Handai Indonesia 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan membanggakan bagi saya karena saya berkesempatan mewakili Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Republik Demokratik Kongo. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, belajar hal-hal baru, dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” ujar Shaka.

Sementara itu, Agadouf mengaku bersyukur dapat mengikuti FHI 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus kesempatan untuk menambah pertemanan.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari FHI 2026. Pengalaman ini memberi saya banyak pelajaran, teman, dan kenangan indah. Terima kasih kepada FHI dan ibu-ibu guru BIPA UMP yang selalu mendukung perjalanan saya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....