Inovasi Stetoskop Digital Bawa Tim UMP Raih Emas di Malaysia

  • 07 Sep 2026 16:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Tim Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), meraih Medali Emas dalam International Innovation and Invention Competition (IIICe) 2026 di Malaysia.

Kompetisi yang diselenggarakan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) tersebut berlangsung pada 5 Agustus 2026. Tim UMP mengusung inovasi berjudul “StethoShare: A Low-Cost Speaker-Output Stethoscope for Collaborative and Safer Auscultation”.

Tim tersebut terdiri atas mahasiswa Bagus Satrio Wibowo, Satula Al Fihkri, dan Dedi Pangat Saputra, bersama dua dosen pembimbing, Abdul Latif, S.T., M.Eng., dan Kusnanto Mukti W., S.Si., M.Eng.

StethoShare dikembangkan dari persoalan penggunaan stetoskop konvensional dalam pemeriksaan medis. Alat tersebut umumnya hanya dapat didengarkan oleh satu orang, bergantung pada kemampuan pendengaran pengguna, serta dapat terganggu oleh suara bising.

Selain itu, penggunaan earpiece secara bergantian juga berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan dan risiko penularan infeksi.

Perwakilan tim, Bagus Satrio Wibowo, mengatakan StethoShare dirancang sebagai stetoskop digital dengan keluaran suara melalui speaker. Teknologi tersebut memungkinkan suara organ dada, seperti jantung dan paru-paru, didengarkan oleh beberapa pengguna secara bersamaan.

“Melalui kelemahan stetoskop konvensional tersebut, kami terdorong merancang StethoShare agar pemeriksaan auskultasi bisa didengar secara kolaboratif tanpa harus bergantian memakai earpiece,” ujar Bagus.

Ia mengatakan pengembangan awal prototipe berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan. Setelah itu, tim melakukan pengujian untuk melihat aspek keamanan, kemudahan penggunaan, dan efektivitas alat.

Bagus mengaku keberhasilan meraih Medali Emas menjadi pengalaman berharga bagi tim. Menurutnya, kompetisi internasional tersebut menunjukkan pentingnya riset dalam mengembangkan sebuah ide menjadi inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kesempatan membawa karya dari UMP untuk bersaing dengan berbagai peserta lintas negara mengajarkan kami bahwa ide hebat harus didukung riset yang kuat,” ucapnya.

Sementara itu, dosen pembimbing Abdul Latif dan Kusnanto Mukti mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara mahasiswa dan dosen selama proses pengembangan inovasi.

Menurut mereka, mahasiswa memiliki peran dalam menghadirkan ide dan kreativitas, sedangkan dosen memberikan pendampingan serta penguatan dari sisi keilmuan dan riset.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan semakin kuat. Mahasiswa memiliki ide, kreativitas, dan semangat untuk berkarya, sementara dosen berperan memberikan arahan, pendampingan, serta penguatan dari sisi keilmuan dan riset,” kata keduanya.

Medali Emas dalam IIICe 2026 menjadi capaian bagi tim pengembang StethoShare sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan inovasi di bidang teknologi elektromedis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....