UMP Kembangkan Teknologi Digital untuk Kelola Sampah

  • 05 Sep 2026 22:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat menjadi perhatian dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Di Purbalingga Lor, UMP memperkenalkan tabung pembakaran sampah berbahan oli bekas yang dilengkapi sistem digital untuk mendukung penggunaan dan pemantauan alat.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produk Rekayasa Keteknikan Berbasis Digital dalam Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Menggunakan Tabung Pembakaran dari Oli Bekas” bersama Rumah Creatif.

Ketua Tim Pengabdian UMP, Wildan Aji Saputra, mengatakan penerapan teknologi di masyarakat perlu disertai pelatihan agar alat dapat digunakan dan dirawat secara mandiri.

“Teknologi yang diterapkan tidak cukup hanya berupa alat. Masyarakat perlu mendapatkan pelatihan, SOP pengoperasian dan perawatan, pendampingan, serta sistem pencatatan agar penggunaan teknologi dapat dipantau dan dievaluasi,” ujar Wildan.

Dalam program tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada cara mengoperasikan alat, tetapi juga mendapat panduan mengenai perawatan dan pencatatan penggunaannya.

Panduan pengoperasian disediakan melalui QR Code yang dapat dipindai menggunakan telepon seluler. Informasi di dalamnya mencakup persiapan alat, tahapan penggunaan, hingga prosedur setelah alat selesai digunakan.

Selain itu, tim UMP memperkenalkan sistem pencatatan dan monitoring secara digital menggunakan Excel atau spreadsheet. Data tersebut digunakan untuk mencatat aktivitas penggunaan alat sehingga pemanfaatannya dapat dipantau dan dievaluasi.

Wildan mengatakan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi setelah pendampingan program selesai. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan sekaligus merawat alat secara mandiri.

Ketua RT 03 RW 04 Purbalingga Lor, Kuswanto, menyambut baik teknologi yang diperkenalkan tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas pengelolaan sampah dapat membantu masyarakat, terutama karena panduan penggunaannya dapat diakses dengan mudah.

“Adanya tempat sampah ini sangat membantu sekali. Proses penggunaannya juga sangat mudah. Apalagi sudah dilengkapi dengan sistem digital, sehingga memudahkan siapa saja untuk menggunakannya,” ucap Kuswanto.

Program tersebut merupakan hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), dengan tahun usulan 2025 dan pelaksanaan pada 2026.

Tim pengabdian UMP terdiri atas Wildan Aji Saputra sebagai ketua, serta Meydy Fauziridwan dan Eqwar Saputra sebagai anggota. Program tersebut dilaksanakan bersama mitra Rumah Creatif yang dipimpin Sandi Nur Sasongko.

Selain pengembangan alat, kegiatan juga diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengoperasian, perawatan, serta pencatatan penggunaan teknologi.

Program tersebut dikaitkan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui kegiatan tersebut, UMP mendorong agar teknologi pengelolaan sampah yang diperkenalkan dapat digunakan dan dikelola masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....