UMP Dorong Hilirisasi Selada Purbadana Menjadi Produk Olahan Bernilai Ekonomi
- 21 Agt 2026 09:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong masyarakat Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, mengembangkan hasil pertanian selada menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan UMP yang diisi dengan sosialisasi hilirisasi dan pelatihan pembuatan keripik selada.
Program melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP bersama kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan masyarakat Desa Purbadana.
Ketua tim pelaksana, Iwan Anjan Selatama mengatakan, selain selada, tim juga mendorong pengembangan produk olahan dari nanas dan pokcoy.
“Untuk selada itu sebenarnya sudah ada di sini, cuma di sini kita datang untuk lebih mengefisiensi tanamannya,” ujarnya.
Menurut Iwan, penguatan tidak hanya dilakukan pada pengolahan hasil panen, tetapi juga pada sisi budidaya. Tim UMP membantu memperbaiki screen house yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
Budidaya selada di Desa Purbadana telah berlangsung sekitar dua tahun melalui Kelompok Sido Rahayu. Dalam pengembangannya, masyarakat menggunakan sistem hidroponik dengan media tanam rockwool dan busa.
UMP juga mengaktifkan kembali sensor berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu pemantauan tanaman. Selain itu, tim menyiapkan panel surya dan sistem monitoring sebagai bagian dari penguatan teknologi budidaya.
Iwan menjelaskan, produk olahan selada yang dikembangkan sebelumnya telah melalui pengujian di laboratorium Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP. Setelah itu, masyarakat diberikan pelatihan agar mampu mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Sementara itu, Kepala Desa Purbadana, Warsito, menyambut baik pendampingan yang diberikan UMP. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu masyarakat mengembangkan pertanian dari sisi budidaya hingga pemasaran.
“Kami dari pemerintah desa amat sangat mendukung karena keberadaan dari program dari universitas,” katanya.
Warsito berharap pengembangan pertanian di desanya tidak berhenti pada kegiatan budidaya secara tradisional, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengolahan dan pemasaran menggunakan cara yang lebih modern.
“Kalau pertanian kita memang kepingin sekali bahwa warga ini tidak hanya bertanian secara tradisional,” ujarnya.
Menurut Warsito, selada hidroponik dari Purbadana memiliki kualitas yang baik dan lebih segar sehingga berpotensi dipasarkan ke sejumlah rumah makan.
Ia berharap kerja sama dengan koperasi maupun BUMDes dapat membuka akses pemasaran produk pertanian masyarakat, termasuk ke sejumlah dapur dan rumah makan di sekitar wilayah Kembaran.
Setelah program pendampingan selesai, pengelolaan screen house akan diserahkan kepada kelompok tani, KWT, PKK, dan masyarakat. Tim UMP tetap akan melakukan pemantauan untuk memastikan masyarakat dapat melanjutkan budidaya secara mandiri.
Melalui program tersebut, UMP berharap keterampilan masyarakat meningkat dan hasil pertanian Desa Purbadana memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui pengolahan dan pemasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....