Kemenko Pangan Nilai Banyumas Punya Potensi Pangan Besar di Selatan Jawa
- 05 Sep 2026 20:07 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Wilayah selatan Jawa dinilai memiliki potensi pangan yang besar dan perlu dipetakan lebih lanjut agar dapat dikembangkan secara optimal. Banyumas menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena memiliki potensi pertanian, peternakan hingga komoditas di kawasan pantai selatan.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, mengatakan pengembangan potensi pangan di wilayah selatan tidak boleh kalah dibandingkan kawasan utara Jawa.
“Potensi pantai selatan ini jangan sampai hilang dan jangan kalah dengan pantai utara. Kami ingin melihat dan memetakan potensi pangan, khususnya di wilayah Karisidenan Banyumas, mulai dari pertanian, peternakan sampai potensi yang ada di wilayah pantai selatan,” kata Widiastuti dalam pertemuan di Ruang Joko Kaiman, Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya berasal dari tanaman pangan. Sektor peternakan dan berbagai komoditas yang berkembang di wilayah selatan juga perlu masuk dalam pemetaan untuk melihat peluang pengembangannya.
Widiastuti mengatakan, Kemenko Pangan dapat mengoordinasikan kementerian terkait untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi pangan di daerah. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya pemerintah mempercepat pembangunan sektor pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan penguatan sektor pertanian di daerah perlu didukung dengan sistem yang dapat mempertemukan petani dengan kebutuhan pasar.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan etalase pertanian modern yang nantinya memuat informasi mengenai komoditas dan bibit yang dimiliki petani.
“Sudah ada info mengenai petani apa punya bibit apa, jadi dengan adanya etalase pertanian pasti akan memudahkan dalam pemasarannya,” ujar Sadewo.
Sadewo mengatakan, gagasan etalase pertanian tersebut sebenarnya telah ia pikirkan sejak masih menjabat sebagai wakil bupati. Namun, keterbatasan kewenangan saat itu membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Banyumas Bidang Pertanian, Guno Purtopo, menambahkan pengembangan sektor pertanian juga diarahkan untuk mendorong petani muda agar lebih produktif.
Etalase pertanian nantinya dilengkapi katalog digital yang memuat komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu, disiapkan etalase produk untuk memperluas akses pasar sekaligus menjadi tempat transaksi bagi kelompok tani.
“Etalase produk sebagai wadah menampilkan produk pertanian lokal untuk meningkatkan akses pasar sekaligus tempat transaksi bagi kelompok tani,” ucap Guno.
Menurut Guno, Pemkab Banyumas juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan sistem tersebut. Telkom University Purwokerto, salah satunya, dilibatkan dalam penyiapan aplikasi.
Selain fungsi pemasaran dan digitalisasi, kawasan etalase pertanian nantinya juga direncanakan memiliki lahan seluas enam hektare untuk pembelajaran. Lahan tersebut sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai lokasi eduwisata pertanian.
Dengan penguatan pemetaan potensi, pemasaran, dan sumber daya manusia, pengembangan sektor pangan di Banyumas diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat potensi pangan wilayah selatan Jawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....