Harga Ayam hingga Cabai Jadi Pemicu Inflasi Cilacap Agustus 2026 Capai 0,50 Persen

  • 02 Sep 2026 19:26 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Inflasi di Kabupaten Cilacap pada Agustus 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Cilacap mencatat inflasi bulanan sebesar 0,50 persen atau month to month (mtm), setelah pada Juli 2026 mengalami deflasi 0,06 persen.

Secara tahunan, inflasi Cilacap pada Agustus 2026 mencapai 3,08 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Juli yang berada di angka 2,44 persen. Meski mengalami kenaikan, perkembangan inflasi tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.

Kenaikan inflasi Cilacap terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga daging ayam ras. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi.

Tekanan harga daging ayam juga dipengaruhi faktor dari sisi produksi. Biaya produksi peternak meningkat seiring naiknya harga pakan dan day-old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari.

Selain daging ayam, tekanan inflasi juga berasal dari sejumlah komoditas hortikultura. Cabai rawit, buncis, dan kacang panjang mengalami kenaikan harga akibat menurunnya produksi di sejumlah daerah sentra.

Kenaikan harga emas perhiasan turut memberikan tekanan terhadap inflasi Cilacap. Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik serta kenaikan harga emas di pasar global.

Namun, laju inflasi masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain bawang merah, bawang putih, bensin, dan telur ayam ras.

Selain itu, berdasarkan kelompok pengeluaran, sumber utama inflasi Cilacap berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 1,32 persen (mtm) dengan memberikan andil 0,42 persen terhadap inflasi bulanan Cilacap.

Selain itu, inflasi juga berasal dari kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga yang mengalami inflasi 0,47 persen dengan andil 0,02 persen. Sementara kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami inflasi 0,28 persen dengan andil sebesar 0,02 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina melalui siaran yang dikirimkan menyampaikan jika .eningkatnya inflasi pada Agustus menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga di wilayah Banyumas Raya, termasuk Cilacap. Pengendalian dilakukan melalui sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sejumlah langkah dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pendampingan petani cabai untuk meningkatkan produktivitas, serta penguatan distribusi pangan.

Pengendalian juga dilakukan melalui Toko Tani mingguan untuk memperpendek rantai distribusi pangan. Koordinasi dengan pedagang besar, asosiasi dan kelompok tani juga dilakukan secara rutin guna memantau perkembangan harga serta ketersediaan pasokan.

Ke depan, TPID Banyumas Raya akan memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan menahan tekanan inflasi Cilacap agar tetap berada dalam sasaran inflasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....