Banyumas Siapkan Etalase Pertanian Modern
- 05 Sep 2026 19:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan konsep etalase pertanian modern untuk memperluas akses petani terhadap bibit, sarana produksi, informasi, hingga pemasaran hasil pertanian.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, gagasan tersebut telah ia pikirkan sejak masih menjabat sebagai wakil bupati. Namun, saat itu keterbatasan kewenangan membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
“Sudah ada info mengenai petani, apa punya bibit apa. Jadi dengan adanya etalase pertanian pasti akan memudahkan dalam pemasarannya,” kata Sadewo dalam pertemuan bersama Deputi Menko Pangan di Ruang Joko Kaiman, Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (2/9/2026).
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti menilai Banyumas dan wilayah selatan Jawa memiliki potensi pangan yang besar untuk dikembangkan.
Potensi tersebut, menurutnya, tidak hanya berasal dari tanaman pangan, tetapi juga mencakup sektor pertanian secara luas, peternakan, hingga berbagai komoditas di wilayah pantai selatan.
“Potensi pantai selatan ini jangan sampai hilang dan jangan kalah dengan pantai utara. Kami ingin melihat dan memetakan potensi pangan, khususnya di wilayah Karesidenan Banyumas, mulai dari pertanian, peternakan sampai potensi yang ada di wilayah pantai selatan,” ujarnya.
Widiastuti mengatakan, Kemenko Pangan berperan mengoordinasikan kementerian terkait untuk mendukung pengembangan potensi pangan di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan target percepatan pembangunan dan swasembada pangan nasional.
Di Banyumas, pengembangan sektor tersebut juga menjadi bagian dari program pemerintah daerah, termasuk penguatan sentra pengusaha dan petani muda di setiap kecamatan serta upaya mewujudkan swasembada pangan lokal.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Banyumas Bidang Pertanian, Guno Purtopo, mengatakan etalase pertanian nantinya diarahkan sebagai wadah untuk mendorong petani muda agar lebih produktif.
“Nantinya akan ada katalog digital dan etalase produk. Katalog digital sebagai wadah digital bagi pengusaha untuk menampilkan komoditas pertanian, peternakan dan perikanan, sementara etalase produk sebagai wadah menampilkan produk pertanian lokal untuk meningkatkan akses pasar sekaligus tempat transaksi bagi kelompok tani,” tuturnya.
Menurut Guno, pengembangan etalase pertanian juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Banyumas, salah satunya Telkom University Purwokerto.
“Kami menggandeng Tel-U untuk menyiapkan aplikasi, bahkan dari Telkom juga siap menerjunkan mahasiswanya untuk membantu pengembangan etalase pertanian sampai berjalan. Begitupun perguruan tinggi lainnya, mereka menyatakan siap berkolaborasi,” ucapnya.
Selain sebagai pusat informasi dan pemasaran, etalase pertanian tersebut rencananya dilengkapi lahan seluas enam hektare. Lahan itu akan dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi lokasi eduwisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....