Pemberhentian Trans Banyumas Berdampak pada Biaya Mobilitas Masyarakat

  • 02 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pemberhentian sementara Trans Banyumas berdampak terhadap mobilitas masyarakat sejak Minggu (30/8/2026).

Pengguna harus beralih ke moda transportasi lain dengan biaya perjalanan yang lebih tinggi.

Trans Banyumas selama ini menjadi pilihan masyarakat tanpa kendaraan pribadi.

Layanan tersebut menjangkau sejumlah wilayah dengan tarif yang relatif terjangkau.

Salah seorang pengguna, Naja, mengatakan harus menggunakan ojek daring setelah layanan berhenti.

Menurutnya, peralihan moda transportasi membuat biaya perjalanan menjadi lebih mahal.

“Dari Trans Banyumas ke Gojek itu pasti satu tarifnya lebih mahal,” ujar Naja.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mengurangi uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Naja juga menilai dampak biaya semakin terasa bagi masyarakat dari wilayah yang jauh.

Ia mencontohkan masyarakat Baturraden yang sebelumnya memilih Trans Banyumas karena tarifnya lebih murah.

“Dampaknya sendiri masyarakat harus cari alternatif,” kata Naja.

Menurutnya, tarif murah menjadi pertimbangan masyarakat ketika memilih transportasi untuk perjalanan rutin.

Selain biaya, penghentian layanan turut memengaruhi aksesibilitas transportasi masyarakat.

Mahasiswa perantau di Purwokerto, Alya, menilai transportasi umum membantu berbagai kelompok masyarakat.

“Trans Banyumas ini sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki kendaraan sendiri,” ujar Alya.

Ia menyebut ibu-ibu dan siswa sekolah sebagai kelompok yang turut terbantu layanan tersebut.

Bagi perantau, transportasi umum juga membantu menentukan pilihan perjalanan berdasarkan rute yang tersedia.

Alya menilai penghentian layanan dapat membingungkan masyarakat yang belum mengenal wilayah Banyumas.

“Orang yang belum terlalu mengenal daerah ini akan lebih bingung menentukan transportasi,” katanya.

Karena itu, keberadaan layanan dengan rute jelas dinilai penting bagi pengguna.

Alya berharap pemerintah tetap menyediakan transportasi publik yang mudah diakses dan terjangkau.

Jika Trans Banyumas belum beroperasi, pemerintah diharapkan menghadirkan alternatif dengan rute serupa.

“Pemerintah bisa menyediakan alternatif transportasi lain yang rutenya sama, jelas, dan mudah dipahami,” kata Alya.

Penyediaan alternatif dinilai penting untuk menjaga akses mobilitas masyarakat selama layanan terhenti. (Rifda Saridewi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....