Pedagang Pasar Manis Hadapi Tantangan Harga dan Daya Beli Masyarakat

  • 21 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Pedagang di Pasar Manis Purwokerto menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga sejumlah bahan pokok yang belum stabil. Di tengah perubahan harga sejumlah komoditas, pedagang juga mengeluhkan daya beli masyarakat yang cenderung menurun.

Salah seorang pedagang sayur, Asep, mengatakan harga beberapa komoditas seperti cabai rawit justru mengalami penurunan. Namun, harga sayur-sayuran secara umum masih tergolong tinggi sehingga belum banyak mendorong peningkatan transaksi di pasar.

Selain itu, Asep menyoroti distribusi minyak goreng subsidi yang menurutnya perlu diawasi lebih ketat agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Minyak subsidi seharusnya untuk masyarakat kecil. Harapannya distribusinya bisa lebih diawasi agar tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu, pedagang buah Suparno mengaku harga sejumlah buah mulai mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pada beberapa sektor serta faktor musim kemarau yang memengaruhi pasokan, terutama untuk komoditas pisang.

"Harga pisang raja sekarang sekitar Rp25 ribu per sisir, padahal sebelumnya sekitar Rp15 ribu. Di sisi lain, pembeli justru berkurang," katanya.

Suparno menilai peningkatan kebutuhan dari berbagai sektor, termasuk penyediaan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut memengaruhi permintaan beberapa komoditas. Namun, ia menegaskan kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh satu faktor, melainkan juga dipengaruhi kondisi pasokan dan musim.

Para pedagang berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar. Dengan demikian, aktivitas perdagangan di pasar tradisional dapat kembali bergairah dan daya beli masyarakat meningkat. (Syafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....